ART di Buahbatu Habisi Nyawa Majikan, Bersandiwara Seolah-olah Diperkosa

oleh -
ART di Buahbatu Habisi Nyawa Majikan, Bersandiwara Seolah-olah Diperkosa
Pelaku pembunuhan lansia di Buahbatu Bandung/Ist

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Misteri kematian lansia, Dewi Romlah yang ditemukan tak bernyawa dalam kamar mandi rumahnya di Jalan Cijawura Girang 5 Kompleks Buana Cigi Regency Blok B4, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (18/2) lalu terkuak.

Kepolisian memastikan jika Lansia berusia 80 tahun itu tewas dibunuh. Dewi Romlah diketahui tewas dibunuh oleh orang dekat, pembantunya sendiri, Ratna (22).

Asisten Rumah Tangga (ART) itu sempat bersandiwara seolah-olah ia juga menjadi korban perampokan di malam nahas itu.

Ratna sebelumnya sempat mengaku ada 2 pria berperawakan tinggi besar dan mengenakan pakaian warna hitam membawa linggis masuk ke dalam rumah kepada tetangganya.

Bahkan, untuk menutupi perbuatannya, ia melukai tubuhnya dengan membuat luka pada perutnya.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan, berdasar pengakuan pelaku, motif pembunuhan ini karena sakit hati pelaku terhadap korban yang mengaku kerap dimarahi.

Pelaku menghabisi nyawa majikannya itu dengan memukulkan benda tumpul berupa alat penopang badan sebanyak 3 kali hingga korban meninggal dunia.

“Karena ia merasa sakit hati sering dimarahi oleh majikannya, sehingga dia melakukan memukul dengan benda tumpul sehingga korban meninggal dunia,” ungkap Ulung di Mapolrestabes Bandung, Jumat (26/2).

Ulung mengungkapkan bahwa, di rumah yang menjadi tempat kejadian perkara, korban hanya tinggal berdua dengan Ratna.

“Setelah itu untuk menutupi perbuatannya, pelaku sengaja menusukan dirinya dengan pisau seolah-olah kena tusuk dan melapor kepada polisi seolah-olah dia diperkosa,” sambung Ulung.

Mendapati laporan itu, pihaknya tak lantas percaya begitu saja dengan alibi itu, hingga dalam proses penyelidikan menyimpulkan pembunuhan justru dilakukan oleh Ratna.

Ratna pun mengakui perbuatannya. Atas perbuatannya, ia diancam Pasal 351 ayat 3 KUHP Jo 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca Juga:

Sementara itu, pelaku tak mengungkap rinci perselisihannya dengan korban, hanya ia berkilah tersulut emosi.

“Majikan saya yang mukul duluan 3 kali didorong pakai tongkat, saya masih diem. Saya mau pergi, malah marah-marah terus mukul saya lagi pakai tongkat dari belakang, saya masih diem,” katanya.

“Saya gak niat membuatnya meninggal. Jadi saya kesal, saya udah sabar, saya masih dipukul. Akhirnya saya pukul kembali kepalanya sampai 3 kali di bagian atas,” pungkasnya.