Harus Rutin Kontrol dan Minum Obat, JKN-KIS Hadir Diwaktu yang Tepat

oleh -
Harus Rutin Kontrol dan Minum Obat, JKN-KIS Hadir Diwaktu yang Tepat
Endang Junaedi

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Terdaftar sebagai peserta JKN-KIS merupakan suatu perlindungan yang menjadikan masyarakat tidak perlu khawatir jika di kemudian hari mengalami sakit.

Mereka dapat dijamin oleh program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut. Hal inilah yang disyukuri oleh Endang Junaedi (55).

Endang, begitu sapaannya, terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat sudah sejak 4 tahun lalu. Tak lama setelah itu, ia langsung sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Sebelumnya tidak pernah terdaftar sebagai peserta, karena kalau harus membayar iuran secara mandiri, kami masih keberatan masalah ekonomi. Alhamdulillah, didaftarkan oleh pemerintah. Tidak lama setelah terima JKN-KIS, saya langsung sakit. Rasanya seperti kebetulan. Jadi JKN-KISnya langsung bermanfaat sekali,” ungkap Endang saat dihubungi, Jumat (26/02).

Endang menceritakan bahwa selama bertahun-tahun ia telah menjalani kontrol rutin karena penyakit jantung.

Hingga kini, ia pun masih rawat jalan di salah satu rumah sakit Kota Bandung. Dalam menjalani pengobatan, Endang merasa nyaman dan sangat terbantu dengan adanya JKN-KIS.

“Selama ini saya merasa dapat berobat dengan nyaman setiap bulan dengan JKN-KIS. Kalau tidak didaftarkan pemerintah, mungkin saya tidak bisa kontrol rutin. Pelayanan yang saya terima sudah bagus dan tidak ada kendala sama sekali. Sudah terbukti kurang lebih selama 4 tahun ini, saya bisa berobat dengan nyaman,” tuturnya.

sebagai informasi, salah satu bentuk penanganan terhadap penyakit jantung adalah melalui pemberian obat-obatan.

Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi secara rutin untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat penyakit jantung. Hal ini juga sangat penting dilakukan demi kesembuhan penderita.

Baca Juga:

“Seluruh obat-obatan ditanggung BPJS Kesehatan, apabila dirumah sakit obatnya sedang habis maka akan diarahkan ke apotek yang lebih lengkap. Tidak ada iur biaya, cukup datang saja ke apotek yang dimaksud. Saya khawatir, karena ini sakit jantung jadi harus rutin berobat,” jelas Endang.

Endang juga memaparkan bahwa istrinya, Siti Rodiah (51) juga beberapa kali memanfaatkan JKN-KIS mulai dari puskesmas hingga ke rumah sakit.

Sang istri berobat karena ada pengapuran tulang dibagian lutut. Beberapa kali Siti pernah dirujuk ke rumah sakit, tetapi untuk pengobatannya tidak serutin yang dijalani Endang.

“Kami berharap semoga program JKN-KIS kedepannya selalu ada untuk masyarakat, memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang terbaik. Jadi ketika butuh pengobatan, ada JKN-KIS yang selalu membantu,” tutupnya.