Hyundai Keluarkan Rp12,69 Triliun untuk Recall Mobil Listrik

oleh -
Hyundai Keluarkan Rp12,69 Triliun untuk Recall Mobil Listrik
Perusahaan Korea Selatan ini akan lakukan recall sebanya 82.000 (tepatnya 81.701 unit) mobil listrik yang telah terjual di berbagai negara. (Istimewa)

RADARBANDUNG.id – Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MoLIT) Korea Selatan, Rabu (23/2) resmi mengumumkan terkait produk Hyundai Motor Company.

Perusahaan Korea Selatan ini akan lakukan recall 82.000 (tepatnya 81.701 unit) mobil listrik yang telah terjual di berbagai negara.

Melansir dari laman Reuters, mobil yang akan direcall itu menggunakan baterai listrik besutan LG Chem.

Masalah yang ditimbulkan yang dihadapi Hyundai adalah bagaimana membagi kewajiban pendanaan recall itu antara pihaknya dengan LG.

Dikatakan bahwa penarikan – khususnya penggantian baterai pada mobil yang bermasalah akan menghabiskan dana sekitar 1 triliun won atau sekitar Rp 12,69 triliun (kurs 1 won = Rp 12,69).

Kejadian terkait recall dan penggantian baterai mobil listrik ini adalah pertama kalinya di dunia.

Peneliti senior Institut Korea untuk Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Lee Hang-koomengungkapkan hal ini sangat penting bagi Hyundai dan LG.

“Karena saat ini dunia berada di tahap awal era kendaraan listrik. Bagaimana Hyundai menangani persoalan ini akan menjadi preseden yang tidak hanya di Korea Selatan saja, tetapi juga untuk negara lain (dunia),” paparnya.

Sementara pada laman Korea Businness dan The Business Herald, juga diberitakan MoLIT menyebut bahwa beberapa baterai bertegangan tinggi yang diproduksi di pabrik LG Energy Solution di Nanjing telah dipastikan memiliki cacat. Masalah produksi itulah yang disinyalir berpotensi menyebabkan sistem menjadi pendek dan terbakar.

Pihak MoLIT menyatakan kalau jumlah Hyundai Kona listrik yang ditarik porsinya paling banyak, yaitu 75.680 unit dari total 161.000 unit yang diproduksi hingga saat ini,.

Meskipun pihak Hyundai pada akhir tahun 2020 lalu, telah melakukan recall Kona listrik yang disinyalir berpotensi terbakar, di Januari 2021, mobil yang ditarik dan telah diperbaiki itu kembali terbakar.

Pada sisi lain Otoritas Korea Selatan pun menggelar penyelidikan apakah penarikan pertama sudah memadai.

Namun pada saat yang sama LG Energy Solution anak perusahaan LG Chem Ltd yang memproduksi baterai dan digunakan di mobil itu dengan cepat menangkis kritik tersebut.

Baca Juga:

Pihak LG Energy Solution memberikan pernyataan bahwa Hyundai salah menerapkan saran LG dalam pengisian daya baterai secara cepat dalam sistem manajemen baterai.

Lantaran itulah, tandas pabrikan itu, sel baterai tidak boleh dilihat sebagai penyebab langsung dari risiko kebakaran.

Namun alasan LG Energy Solution itu dimentahkan oleh MoLIT dimana menyatakan beberapa cacat telah ditemukan di beberapa sel baterai yang diproduksi di pabrik LG Energy di Nanjing Cina.

Sayangnya dalam hal ini Hyundai tidak berkomentar tentang penyebab kebakaran.

(jpc)