PDIP Jawa Barat Formulasikan Strategi Politik Pemilu 2024

oleh -
GOWES: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung, Achmad Nugraha bersama rombongan saat mengikuti kegiatan Fun Bike “Gowes Bersama PDI Perjuangan”.

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Barat mulai memformulasikan strategi menghadapi pesta demokrasi 2024 mendatang.

Kemenangan empat ‘jagoan’ yang disusung partai berlambang banteng dalam Pilkada 2020 di Jabar menjadi kekuatan baru. Bahkan, keberhasilan dilevel nasional jadi bahan evaluasi di tingkat daerah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono mengungkapkan, kemenangan ditingkat nasional selama dua kali berturut turut pada 2014 dan 2019 ditambah saat Pilkada Serentak 2020, yang diselenggarakan di delapan kabupaten dan kota di Jabar menjadi landasan evaluasi untuk merancang strategi kedepan.

“Kita menang di Kabupaten Tasikmalaya, Cianjur, Pangandaran dan Indramayu. Bahkan Indramayu menjadi spesial karena berhasil menumbangkan dinasti partai yang berkuasa selama dua dekade,” ucap Ono saat ditemui usai acara Fun Bike di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (28/2/2021).

Ono menambahkan, kemenangan dibeberapa daerah itu menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah politik menjelang Pilkada Serentak 2024.

Ia mengaku semua tidak lepas dari peranan dan soliditas partai, utamanya kader yang berada di kepengurusan partai, legislatif dan eksekutif.

“Dari hasil ini kita sudah bisa meraba apa yang harus dilakukan kedepan. Apalagi 2022 dan 2023, sudah menjadi kepastian tidak ada pilkada, jadi Pilkada terakhir adalah pada 2020 lalu dan menjadi bahan evaluasi kita,” ujar Ono.

Ono optimis PDI Perjuangan akan meraih kemenangan dalam helatan pesta demokrasi mendatang. Bahkan, empat jagoannya yang sudah duduk menjadi kepala daerah menjadi kekuatan baru.

“Kita telah berada di jalur yang tepat untuk meraih hasil positif pada 2024. Makanya saya mendorong kader yang menjadi kepala daerah di wilayahnya masing-masing untuk membuat program khusus di lima bidang kesejahteraan rakyat, yakni sandang pangan papan, pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, infrastruktur dan lingkungan hidup, serta agama, budaya dan pariwisata,” jelasnya.

“Kenapa kader kita yang menjadi kepala daerah harus serius bekerja untuk rakyat, karena PDI Perjuangan harus menjadi obor bagi rakyat, mendampingi rakyat dan menambah kekuatan bagi kaum marhaenisme,” sambungnya.

Ono pun menargetkan di pesta demokrasi mendatang PDI Perjuangan bisa meraih 30 kursi untuk DPRD Jabar dan 20 kursi untuk DPR RI.

“Target kita di Jabar 30 kursi untuk (DPRD) provinsi, sekarang kita 20 kursi kan. Untuk DPR RI, dulu kita 18 kursi, sekarang turun 13 kursi dan 2024 kita targetkan 20 kursi,” imbuhnya.