Saatnya Yamaha, Honda, KTM dan Piaggio Garap Proyek Besar

oleh -
Saatnya Yamaha, Honda, KTM dan Piaggio Garap Proyek Besar
Ilustrasi: Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan), konvoi kendaraan bermotor mengunjungi pameran Kendaraan bermotor listirk di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (31/8). Pameran Kendaraan bermotor tersebut dilakukan guna mengkampanyekan Indonesia bebas Polusi dan Hemat Energi. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

RADARBANDUNG.id –  Yamaha, Honda, KTM dan Piaggio bersepakat mendirikan konsorsium baterai yang dapat ditukar (swappable battery) untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan, Senin.

Anggota pendiri konsorsium percaya ketersediaan standardisasi sistem baterai yang dapat ditukar akan mendorong penggunaan kendaraan listrik ringan secara luas.

Hal itu juga berkontribusi pada manajemen siklus hidup yang lebih berkelanjutan pada baterai yang digunakan pada sektor transportasi.

“Upaya elektrifikasi di seluruh dunia untuk mengurangi CO2 dalam skala global makin cepat, terutama di Eropa,” kata Pejabat Pengelola Pengoperasian Sepeda Motor Honda Motor Noriaki Abe, Selasa.

“Untuk adopsi sepeda motor listrik secara luas, masalah seperti jarak perjalanan dan waktu pengisian perlu diatasi, dan baterai yang dapat ditukar adalah solusi yang menjanjikan.”

Selain itu, dengan memperluas jangkauan, mempersingkat waktu pengisian, dan menurunkan biaya kendaraan dan infrastruktur, pabrikan akan mencoba menjawab kekhawatiran utama pelanggan mengenai masa depan mobilitas listrik.

Baca Juga:

Adapun tujuan konsorsium adalah untuk menentukan spesifikasi teknis standardisasi dari sistem baterai yang dapat ditukar untuk kendaraan yang termasuk dalam kategori-L, meliputi moped, sepeda motor, sepeda motor roda tiga, dan sepeda motor roda empat.

Melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan dan badan standardisasi nasional, Eropa, dan internasional, para anggota pendiri konsorsium akan terlibat dalam pembuatan standar teknis internasional.