KPP Ciamis Meriahkan Spectaxcular Kanwil Jabar I

oleh -
Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Erna Sulistyowati

RADARBANDUNG.id, BANDUNG–Untuk pertama kalinya, acara Spectaxcular Kanwil DJP Jawa Barat I digelar dengan format berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini acara dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting di Gedung Keuangan Negara Bandung (Senin, 22/3).

Acara yang dibuka oleh Kakanwil DJP Jawa Barat I Erna Sulistyowati ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari wajib pajak, relawan pajak, dan pegawai pajak. Turut serta dalam acara tersebut, KPP Pratama Ciamis yang diwakili oleh sepuluh Account Representative dan sepuluh wajib pajak memeriahkan acara melalui zoom meeting.

“Saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada para wajib pajak yang hadir, baik peserta internal DJP maupun eksternal, juga perwakilan dari tax center, teman-teman relawan pajak dan juga seluruh teman-teman kami di lingkungan Kanwil Jawa Barat I,” tutur Erna dalam sambutannya.

Rangkaian acara yang bertajuk “Pajak untuk Vaksin Kita” dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, gelar wicara, hingga pengumuman lomba menulis artikel dan lomba foto yang diikuti oleh wajib pajak yang telah dilaksanakan sebelumnya. Lomba yang diselenggarakan juga sebagai upaya untuk menarik animo masyarakat terhadap pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi yang akan berakhir pada 31 Maret 2021.

“Spectaxcular merupakan salah satu kegiatan kehumasan tahunan yang pertama bertujuan sebagai sarana penyampaian informasi perpajakan kepada wajib pajak dan masyarakat, kedua menggaungkan pekan jatuh tempo pelaporan SPT PPh tahun 2020 tahunan khususnya WP Orang Pribadi yang akan segera berakhir 31 Maret 2021,” ungkap Plt. Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Barat I Denny Surya Sentosa dalam laporan ketua panitia.

Karena pandemi masih menjadi perhatian pemerintah, maka dianggarkan dana untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hampir sebesar 700 triliun dianggarkan salah satunya digunakan dalam program vaksinasi. Erna berharap, vaksinasi akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan masyarakat dan khususnya pemulihan ekonomi nasional.

“Pandemi sangat membutuhkan perhatian, perlu diketahui semuanya untuk PEN hampir sebesar 700 triliun kita kerahkan untuk penanganan Covid-19, salah satunya adalah vaksin yang sedang dan telah dilakukan yang dapat memperkecil dampak Covid. Vaksin akan memberikan dampak yang sangat baik bagi kita, kesehatan kita sehingga mendorong pemulihan ekonomi nasional,” tutur Erna.

Apresiasi teramat tinggi juga disampaikan oleh Dr. Tauhid Nur Azhar selaku narasumber gelar wicara terhadap institusi Direktorat Jenderal Pajak dan wajib pajak yang telah berkontribusi dalam penerimaan pajak yang bermanfaat dalam pengembangan inovasi teknologi untuk percepatan pemulihan dampak pandemi, diantaranya dukungan untuk konsorsium pada alat genose, rapid antigen, terapi plasma konvalesen, dan vaksin.

“Harga vaksin itu mahal sekali, teknologinya itu luar biasa, tidak mungkin bisa kita lepas ke publik dengan harga teramat murah melainkan dibiayai negara. Di dalam pengembangan vaksin dalam negeri saja kita membutuhkan sampai Rp26 triliun. Dan ini vaksin diberikan secara gratis sebagai pelayanan negara untuk melindungi tanah air dan negara,” pungkas Tauhid. (*/nto/ayh)