Kubu Moeldoko Singgung Organisasi Radikal Tumbuh Subur di Era SBY, PD Meradang

oleh -
Kubu Moeldoko Singgung Organisasi Radikal Tumbuh Subur di Era SBY, PD Meradang
Ilustrasi: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

RADARBANDUNG.id – JURU Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan jajarannya sudah dinyatakan demisioner sesuai dengan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Hal ini Rahmad katakan, setelah AHY menyebutkan bahwa Moeldoko telah melakukan banyak kebohongan kepada publik.

“Majelis Tinggi Pimpinan SBY sudah dibubarkan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat. Kepengurusan DPP sekarang adalah Partai Demokrat pimpinan Moeldoko. Sebagaimana layaknya, sesuai peraturan perundangan, Kepengurusan DPP Partai Demokrat yang baru sudah didaftarkan ke Kemenkumham,” ujar Rahmad kepada wartawan.

Menurut Rahmad, AHY atau SBY tidak perlu panik, kebakaran jenggot, atau mengulang-ulang tuduhan kepada Moeldoko.

“Jelaskan saja ke masyarakat luas, kenapa organisasi radikal bisa tumbuh subur di Indonesia di era kepemimpinan SBY sebagai presiden sekaligus sebagai ketua umum dan ketua majelis tinggi Partai Demokrat,” katanya.

Rahmad mengimbau kepada seluruh kader Partai Demokrat seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan sabar. Ia menjamin, situasi di dalam Partai Demokrat tetap terkendali dan aman dibawah pimpinan Moeldoko.

Baca Juga: Moeldoko Bicara Pertarungan Ideologi di PD, AHY Bingung

Moeldoko, katanya, dalam waktu secepatnya akan mengambil langkah-langkah penertiban di internal partai dan mengimbau kepada kader partai di daerah untuk tetap bersatu dan utuh didalam rumah besar Partai Demokrat.

“Moeldoko tidak akan membuang kader, apalagi pecat memecat seperti yang dilakukan AHY dengan sewenang wenang, seolah menempatkan dirinya sebagai pemilik Partai Demokrat,” ungkapnya.

“Kita kembangkan budaya toleransi dan hidup dalam kerukunan yang harmoni, tolak intoleransi dan radikalisme di Indonesia. Mari kita jaga Partai Demokrat dari pengaruh radikal, kesewenang-wenangan dan otokrasi keluargaisme. Partai Demokrat adalah milik kita semua masyarakat Indonesia, bukan milik satu dua orang,” pungkasnya.