BMPD Jabar Salurkan Bantuan Peralatan Pertunjukan Virtual ke Saung Angklung Udjo

oleh -

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pandemi Covid-19 memukul sejumlah sektor. Bukan hanya kesehatan atau aktivitas sosial yang terdampak. Virus asal Wuhan itu sudah melumpuhkan sektor pariwisata.

Untuk mendorong bangkitnya ekonomi, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan pelaku industri perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat memberikan bantuan berupa peralatan pertunjukan virtual kepada Saung Angklung Udjo Bandung, Rabu (31/3/2021).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sektor pariwisata khususnya seni budaya yang ada di Jawa Barat, khususnya kelompok pekerja seni yang sangat terdampak selama Pandemi Covid-19.

“Ini bentuk kepedulian dan komitmen kami membantu sektor pariwisata, khususnya kelompok pekerja seni yang terdampak selama pendemi Covid 19,” ujar Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat, Herawanto, kepada wartawan.

Herawanto yang juga Kepala Bank Indonesia Jawa Barat itu mengungkapkan, melalui BMPD Peduli Budaya pihaknya akan terus memberikan dukungan pada UMKM termasuk pelaku seni.

“Bantuan diberikan agar pekerja seni di Saung Angklung Udjo bisa melakukan performance secara online. Semoga bisa jadi penanda untuk mengajak masyarakat luas agar peduli memberikan bantuan untuk yang produktif,” jelasnya.

Herawanto menyebut, tak hanya Saung Angklung Udjo yang diberikan dukungan melainkan beberapa pekerja seni yang lain pun secara perlahan akan mendapatkan hal serupa.

“Kami selama April akan mulai pekan Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) untuk Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mendukung UMKM serta bangsa wisata Indonesia dengan melibatkan para pekerja seni nantinya,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BMPD Jawa Barat atas bantuan yang diberikan.

“Bantuan peralatan virtual ini sangat membantu karena Angklung Udjo harus beradaptasi dengan situasi. Sekarang, polanya harus virtual dan banyak membuat content untuk anak-anak Paud sampai SD. Kami akan mulai mengkonsep program dengan baik untuk disiarkan secara daring,” tandasnya.

(dbs)