Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kabupaten Bandung

oleh -
Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Cangkuang Kabupaten Bandung
Petugas kepolisian saat lakukan penggeledahan di kontrakan terduga teroris di Sanggar Indah Banjaran Blok C3 RT 1 RW 6 Kampung Nagrak, Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

RADARBANDUNG.id, CANGKUANG – Densus 88 dan Polresta Bandung melakukan penggeledahan terhadap rumah terduga teroris di Sanggar Indah Banjaran Blok C3 RT 1 RW 6 Kampung/Desa Nagrak, Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Salah seorang warga, Arin (53) mengatakan tak begitu mengenal terduga teroris yang merupakan tetangganya tersebut, karena memang jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Terduga, lanjut Arin, tinggal di rumah kontrakan itu selama satu tahun bersama istri dan anaknya.

“Heran, kaget saya, saya lagi salat magrib kaget ada apa di depan (banyak polisi yang datang). Yang tinggal di situ enggak tahu, kalau enggak salah ada tiga orang, enggak pernah ngobrol, ngontrak sudah satu tahun,” ujar Arin saat ditemui di lokasi, Cangkuang, Rabu (31/3).

Arin mengungkapkan bahwa di rumah kontrakan itu, setiap bulannya sering ada pengajian sembari memainkan rebana. Kata Arin, kegiatan digelar sesudah isya hingga pukul 03.00 WIB menjelang subuh.

Baca Juga: Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti di Rumah Terduga Teroris di Kabupaten Bandung

“Salah seorang penghuni tinggi gondrong kaya orang asing. Kadang-kadang dua minggu sekali kelihatan, enggak tiap hari, enggak tahu kerja dimana, tidak ada yang mencurigakan,” ungkap Arin.

Sementara itu, Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan jajaran Polresta Bandung pada prinsipnya membantu kegiatan Tim Densus 88.

Baca Juga: Baku Tembak di Mabes Polri, 1 Terduga Teroris Tewas

Hendra katakan, sekitar pukul 12 siang di Jakarta Selatan dilakukan penangkapan terhadap penghuni rumah yang kini tengah dilakukan penggeledahan tersebut.

“Kemudian kita lakukan pengembangan untuk mengecek kondisi rumahnya, untuk mencari alat bukti lainnya, yang menguatkan atau mendukung kegiatan terduga tersebut,” ujar Hendra.

Hendra melanjutkan, ditemukan beberapa barang bukti yang mendukung perbuatan dugaan teroris tersebut, namun itu masih berproses dan perlu didalami. (fik)

Baca Juga: