Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti di Rumah Terduga Teroris di Kabupaten Bandung

oleh -
Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti di Rumah Terduga Teroris di Kabupaten Bandung
Tim Densus 88 saat melakukan penggeledahan di rumah kontrakan terduga teroris di Sanggar Indah Banjaran Blok C3 RT 1 RW 6 Kampung Nagrak, Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

RADARBANDUNG.id, CANGKUANG – Tim Densus 88 dibantu jajaran Polresta Bandung menemukan bukti berupa senjata tajam hingga sejumlah atribut Ormas yang telah dilarang pemerintah saat melakukan penggeledahan di kontrakan terduga teroris di Sanggar Indah Banjaran Blok C3 RT 1 RW 6 Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Cangkuang, Kabupaten Bandung.

“Adapun barang-barang yang kami temukan adalah antara lain busur dan 25 anak panah, ketapel, kemudian juga batu botri, disamping itu ada juga senjata tajam serta atribut dari ormas yang sudah dilarang,” ujar Hendra di lokasi, Cangkuang, Rabu (31/3) malam.

Sebelumnya siang hari tadi, di Jakarta Selatan ditangkap seorang pria berinisial HN dan kemudian dilanjutkan penggeledahan di rumah kontrakan tersebut.

Baca Juga: Rumah Zakiah Aini Didatangi Polisi, Ternyata Penyerang Mabes Ini Milenial Kelahiran 1995

Hendra membenarkan ada 2 orang yang diamankan. Ia katakan, sedang didalami apakah terkait juga dengan kasus dugaan terorisme tersebut. “Itu sepenuhnya kewenangan Densus 88,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RT 01, Ari Murwadi mengatakan terduga teroris berasal dari Tebet Jakarta. Ia mengaku tidak mengetahui pekerjaan mereka.

Baca Juga: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kabupaten Bandung

“Suka mengadakan pengajian rutin dan banyak jamaahnya. Selama ini tidak mencurigakan, seperti layaknya yang ngontrak saja,” ujar Ari di lokasi. Ia ungkapkan, penghuni kontrakan itu kurang berinteraksi dengan tetangganya, jadi mereka hanya berbicara seperlunya.

“Di sini sejak satu minggu setelah lebaran tahun kemarin, tinggal bersama istri dan anaknya. Jemaahnya banyak dari luar, kebetulan ada dua orang yang selalu stanby disini. Bukan warga sini. Kalau pengajian suka sampai malem, jadi pernah ada komplain dari tetangga,” pungkas Ari.

(fik)