Deddy Corbuzier Soroti Pistol dan Tujuan Penyerang Mabes Polri

oleh -
Deddy Corbuzier Soroti Pistol dan Tujuan Penyerang Mabes Polri:
Deddy Corbuzier (instagram)

RADARBANDUNG.id – PRESENTER Deddy Corbuzier bereaksi mengomentari peristiwa penyerangan di Mabes Polri yang dilakukan bernama Zakiah Aini (26), Rabu sore (31/3/2021). Baginya kejadian tersebut bentuk terorisme sama seperti bom Makassar.

“Saya tadi syuting jam 5 dapat sebuah video ada orang yang terduga wanita masuk ke dalam Mabes mengacungkan senjata, ada tembak-tembakan sampai ke satu sudut tertentu lalu dia rubuh jatuh, sepertinya tertembak. Intinya ada yang meninggal, ini kan aksi terorisme,” ungkapnya mengawali Podcast-nya, Rabu (31/3/2021) malam.

Deddy mengutarakan tentang opini publik yang menyebut terorisme tidak punya agama. Namun, bagi Deddy pelaku terorisme tentu memiliki agama.

“Lalu yang diributkan di Indonesia, ada sebagian pihak yang mengatakan terorisme itu tidak ada agamanya, ada juga yang mengatakan jelas ada agamanya. Karena ketika dia meledakkan sesuatu atau menembak orang dengan menggunakan kata-kata yang ada agamanya ya ada agamanya,” jelasnya.

Deddy mencontohkan, ketika pelaku percaya kepada 72 bidadari yang menunggu dia di atas surga. “It’s so stupid. Ketika melakukan itu, ya itu artinya dia percaya terhadap sebuah agama, dia ada agamanya. Tapi memang betul kalau di luar negeri, agamanya beda. Tapi kita enggak bicara tentang hal itu,” katanya.

Kekasih Sabrian Chairunnisa ini mengingat saat belum jadi mualaf, dimana kerap dicap kafir oleh kalangan oknum pemuka agama.

“Saya tuh dulu pernah dikafir-kafirkan oleh pemuka agama, dibilang acara saya jangan ditonton karena kafir, nah ini ajaran seperti apa yang ‘dia kafir jangan ditonton acaranya’ karena tidak berguna, karena dia kafir, digaung-gaungkan kata kafir ini, sedangkan yang ngomong masih pakai microphone buatan kafir,” tuturnya.

Hujatan mengkafir-kafirkan itu, disebut Deddy secara tidak langsung membuat orang membenci orang dengan agama berbeda.

“Sedangkan agama Islam tidak mengajarkan itu, kalau benar (menjalaninya). Contoh cinta kasih dan akhlak, jadi sudah tidak masuk akal, orang-orang yang mengkafir-kafirkan itu cuma ngadu domba, bikin perpecahan,” lanjutnya.

Deddy sangat tidak mengerti ajaran agama yang seperti apa sehingga membuat orang diminta membenci sesama. “Karena ketika saya masuk muslim yang diajarkan adalah agama Islam tu cinta kasih adanya akhlak terhadap semua ciptakan Allah,” timpalnya.

Orang-orang pembenci diyakini Deddy berguru pada orang yang salah, termasuk penyerang Mabes Polri. “Nah kejadian tadi ini kan begini menariknya, ini kita mengunakan kata radikal, ada orang bawa senjata masuk ke Mabes Polri entah bagaimana caranya dia bisa masuk, harus dteliti. Nembak, lalu ditembak sama polisi,” ungkapnya.

Baca Juga: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kabupaten Bandung

Deddy kemudian menyoroti beberapa hal terkait penembakan itu, yaitu soal senjata yang fotonya beredar luas. Dimana terlihat itu adalah airsoft gun yang jelas tidak mematikan.

“Tapi ini yang menarik, ini juga belum pasti. Foto yang terakhir keluar, orang ini jatuh meninggal karena ditembak lalu pistolnya ada di bawah. Nah itu kalau pistolnya di-zoom lalu itu ada contohnya, itu ada CO, itu gas, butir-butir pelurunya itu metal. Jadi kalau ini benar artinya senjata yang dipakai sama satu kuny*k itu senjata CO gun yang dikenal dengan kata airsoft gun,” bebernya.