Innalillahi, Ratusan Orang Tertimbun Longsor dan Banjir Bandang Flores

oleh -
Innalillahi, Ratusan Orang Tertimbun Longsor dan Banjir Bandang di Flores
Banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur NTT (ist)

RADARBANDUNG.id – RATUSAN orang hilang dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Nele Lamadike, Ile Boleng, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli, Minggu (4/4) mengatakan ada ratusan orang belum ditemukan dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Nele Lamadike, Ile Boleng, Flores Timur, NTT.

Informasi itu didapat wakil bupati dari kepala desa Nele Lamadike. “Kepala Desa Nele Lamadike, Pius Pedang, menyampaikan kepada saya bahwa ratusan orang belum ditemukan dalam bencana tanah longsor,” kata Agustinus, Minggu (4/4/2021).

Longsor pada Minggu dini hari setelah hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah itu dalam waktu yang cukup lama. Agustinus mengatakan informasi ratusan orang menjadi korban longsor ini diperoleh dari hasil komunikasi via telepon dengan kepala Desa Nele Lamadike.

“Ratusan orang disebut tertimbun longsor dan sampai sekarang belum ditemukan,” katanya lagi.

Ia mengatakan saat ini sedang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk turun ke lapangan melakukan penanganan termasuk pengerahan alat berat.

“Kita segera kerahkan alat berat ke lapangan untuk mencari para korban,” ujar Agustinus.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Flores Timur melaporkan perkembangan terbaru terkait banjir bandang yang melanda sejak Minggu (4/4) dini hari pukul 01.00 waktu setempat.

BPBD melaporkan sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat kejadian dan 2 orang masih dalam pencarian.

“Hingga pukul 11.45 WIB, BPBD setempat melaporkan korban meninggal sebanyak 23 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya, Minggu.

Baca Juga: Detik-Detik Dahsyatnya Banjir Bandang Hantam Puncak Bogor

BPBD setempat, kata Raditya melaporkan sebanyak 23 orang meninggal dunia, 9 orang luka-luka, dan 2 hilang. BPBD juga melaporkan terdapat 49 KK terdampak.

Kemudian rincian dari 23 orang yang meninggal, yaitu 20 korban meninggal dan 5 orang luka teridentifikasi di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng.

Sedangkan 3 korban meninggal lainnya yang berhasil ditemukan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado. Sedangkan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, 2 warganya masih dilaporkan hilang. Sebanyak 4 warga luka-luka telah dirawat di puskesmas setempat.

(pojoksatu/rb)