Puasa Sudah Dekat, Bacaan Doa dan Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

oleh -
Bacaan Doa dan Amalan Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan
Ilustrasi Ramadhan PIXABAY

Berikut bacaan doa serta amalan yang bisa dilakukan saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan

RADARBANDUNG.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat (penentuan) 1 Ramadan 1442 Hijriyah secara daring maupun luring pada Senin, 12 April 2021.

Itu artinya, bulan suci Ramadhan yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim segera tiba.

Ramadhan, bulan yang memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal saleh yang dilakukan di bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik.

Bulan Ramadhan pun disambut suka cita, tapi yang tak kalah penting adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT demi memeroleh keberkahan dan ibadah di bulan Ramadhan berjalan dengan lancar, sekaligus dapat meningkatkan keimanan.

Terdapat beberapa amalan untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang bisa dilakukan, berikut seperti dirangkum dari NU Online :

Bacaan Doa dan Amalan Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan

Amalan dan Doa untuk menyambut bulan suci Ramadhan

  1. Amalan hati, menyambut bulan Ramadhan dengan ikhlas dan gembira

Niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Sampai pada bulan Ramadhan menjadi kebahagiaan luar biasa, karena hanya pada bulan ini bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira. Tak heran, jika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menyambut Ramadan dengan senyum dan tahmid dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.

  1. Berziarah ke makam orangtua

Berziarah untuk mengirimkan doa kepada orangtua dan para leluhur sekaligus bertawassul kepada mereka juga bisa dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Bertawassul di sini artinya mengirim doa agar anggota keluarga yang sudah meninggal atau para leluhur diberikan keselamatan dan berkah selama bulan Ramadan dan bisa menjadi amalan baik yang dapat menambah pahala bagi yang mendoakan.

  1. Saling memaafkan

Karena bulan Ramadhan adalah bulan suci, tradisi bersuci pun menjadi sesuai. Bersuci di sini, baik secara lahir seperti membersihkan rumah atau pekarangannya dan mengecat kembali mushalla, ataupun bersuci secara batin yang biasanya diterjemahkan dengan saling memaafkan, terutama keluarga, tetangga dan kawan-kawan.

Hal ini sesuai dengan anjuran Islam dalam al-Baqarah ayat 178;

…فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.”(QS. 2:178)

4. Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, yaitu bagi mereka yang sebelum datangnya bulan itu telah membiasakan puasa sunnah. Namun demikian satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadhan dilarang melakukan puasa sunnah, kecuali bagi mereka yang sudah membiasakannya.

5. Menggelar ceramah di akhir bulan Sya’ban untuk menyambut bulan Ramadhan

Melalui ceramah bisa menjelaskan berbagai bimbingan bagi jamaah atau keluarga, agar dapat mengisi bulan yang penuh berkah itu dengan amal ibadah agar bulan Ramadhan tak berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kesan mendalam yang meningkatkan ibadah dan amalan saleh kepada Allah SWT.

Doa Ketika Masuk Ramadhan atau melihat hilal

Sementara, ketika awal bulan Ramadhan telah diumumkan oleh pemerintah atas hasil rukyatul hilal, di awal bulan Ramadhan ini dianjurkan untuk memohon kepada Allah sebagaimana doa Rasulullah SAW:

“Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil yumni wal îmani was salâmati wal islâm. Rabbî wa rabbukallâh.”

Artinya, “Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”

Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika melihat hilal sebagaimana dikisahkan Thalhah Ibn ‘Ubaidillah bahwa Nabi SAW saat melihat hilal membaca tersebut.

Doa Rasulullah SAW riwayat Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailam

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ

Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya, “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”

Baca Juga: