Cara Kelompok Radikal Hasut Milenial dan Perempuan dari Penuturan Pendiri NII Crisis Center

oleh -
Baku Tembak di Mabes Polri, 1 Terduga Teroris Tewas
Aksi teror di Mabes Polri/Tangkapan layar video

RADARBANDUNG,id, SOREANG –Mabes Polri mengalami aksi teror Rabu sore (31/3/2021) yang dilakukan oleh ZA, milenial perempuan kelahiran 1995. Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan mengatakan bahwa, milenial dan kaum perempuan menjadi andalan kelompok radikalisme.

Bahkan, Ken katakan, bukan hanya saat ini saja kaum perempuan menjadi andalan kelompok radikalisme.

Namun, sudah sejak lama, semenjak ia masuk kelompok tersebut pada tahun 2000 hingga 2003 kaum perempuan kerap dilibatkan dalam gerakan radikal, antara lain untuk menggalang dana.

Sementara perekrutan kalangan milenial dahulu, ia menjelaskan pihaknya mengikuti dulu apapun yang kaum milenial lakukan. Contohnya rambut pirang, maka pihaknya pun ikut-ikutan rambut pirang.

“Kalangan milenial yang sedang mencari jati dirinya pasti gampang terdoktrin, pasalnya mereka masih labil. Kita ikut-ikutan menjadi anak gaul tapi pintar dengan agama, maka mereka gampang sekali terbawa-bawa,” katanya.

Baca Juga: Rumah Zakiah Aini Didatangi Polisi, Ternyata Penyerang Mabes Ini Milenial Kelahiran 1995

Ken, pendiri NII Crisis Center itu menjelaskan, untuk merekrut agar milenial masuk ke kelompoknya, selalu mencekok para korbannya dengan doktrinisasi terus menerus.

“Dengan sedemikian rupa kita cekoki mereka, karena satu korban lima perekrut  lalu korban tersebut kalah. Setelah didoktrik lalu diputus komunikasi agar korban tersebut tidak menyampaikan kesiapapun termasuk keluarganya sendiri,” pungkasnya.