RSB Sartika Asih Operasikan Fasilitas Limbah Medis B3 On-Site

oleh -
FOTO BERSAMA: Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pencegahan Pencemaran Lingkungan DLHK Kota Bandung Ir. Fiziarita MT, foto bersama usai peresmian Fasilitas Pengolahan Limbah Medis B3 Infeksius Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung resmi mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah medis B3 infeksius, Selasa (6/4). Kegiatan ini bekerja sama dengan perusahaan perintis (start up) PT Aeria Bintang Sinergy.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Kombes Pol. dr. Harry Kamijantono SP.Ot, FICS., M.M mengatakan, fasilitas pengolahan limbah medis adalah salah satu upaya rumah sakit mendukung pemerintah dalam program peningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat dan juga membantu memberikan solusi terhadap persoalan pengelolaan limbah medis B3 pada umumnya.

“Kerjasama ini merupakan terobosan pertama dilakukan oleh rumah sakit dengan bekerjasama menyediakan fasikitas pengolahan limbah B3 inkesius di lingkungan rumah sakit,” ucapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 31 rumah sakit di Kota Bandung saat ini yang sudah memiliki izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS LB3) sudah dikelola dengan baik.

Mewakili PT Aeria Bintang Sinergy, Arry Syahputra selaku Direktur Operasional mengatakan, fasilitas pengolahan limbah medis di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih menggunakan teknologi Autoclave terintegrasi dengan Mesin Penghancur atau yang biasa disebut dengan Integrated Sterilizer and Shredder (ISS), yang merupakan teknologi sterilisasi low-heat berbasis uap terintegrasi dengan mesin penghancur terpadu.

“Alat ini telah dikembangkan dan dirancang khusus untuk melakukan konversi limbah medis padat menjadi sampah umum yang ramah lingkungan,” ujarnnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Limbah B3 DLHK Kota Bandung, Ir. Siti Hodijah MT mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, perlu upaya untuk mengadakan pengumpulan limbah medis yang dapat menyimpan sementara dari timbunan skala kecil untuk selanjutnya di olah pada lokasi yang sudah ditentukan (pengolah berizin).

“Hal ini akan lebih memudahkan untuk mengelola limbah medis B3 nantinya. Apalagi kondisi saat ini disaat pandemi dimana timbunan sampah B3 medis mengalami peningkatan dari pelayanan penanganan pasien Covid 19, kedepannya diharapkan kerjasama ini dapat menjadi role model bagi fasyankes di kota Bandung,” paparnya.

Ketua Umum Hipmi Jawa Barat, Surya Batara Kartka mengatakan, ini merupakan inisiatif yang sangat baik dan Hipmi Jabar sangat mendukung.

“Kami juga akan mencoba mengenalkan peluang ini kepada jajaran pengurus agar permasalahan limbah medis juga dapat dilihat sebagai peluang usaha yang sangat menarik untuk dijalankan, mengingat masih sangat sedikit fasilitas penanganan khusus limbah medis yang tersertifikasi dan khusus untuk menangani limbah kategori medis,” paparnya.

(dbs)