Salat Tarawih di Masjid Kota Bandung Dibolehkan dengan Prokes

oleh -
Salat Tarawih di Masjid Kota Bandung Dibolehkan dengan Prokes
Ilustrasi Salat Berjamaah/Jawapos.com

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Pemerintah telah mengizinkan Salat Tarawih di masjid saat Bulan Ramadhan 1442 H dengan catatan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Kemenag Kota Bandung mendorong agar pihak DKM berkoordinasi serta proaktif melakukan pengawasan atau pemantauan.

Humas Kemenag Kota Bandung Agus Saprudin katakan, tidak mungkin pihaknya bekerja sendirian untuk memantau penerapan prokes pada setiap masjid. Ada ketimpangan sumberdaya di Kemenag Kota Bandung dibandingkan jumlah masjid yang tersebar.

“Kalau memantau masjid per masjid itu luar biasa. Di Kota Bandung ada hampir sekitar 4.000 masjid. Sementara penyuluh agama kami yang PNS itu sekitar 100, honorernya 240-an, sangat timpang,” katanya kepada Radar Bandung, Rabu (7/4).

Peran DKM untuk pantau Prokes

Untuk itu, pelibatan masyarakat khususnya DKM menjadi mutlak diperlukan. Agus mendorong agar DKM masing-masing tempat membentuk atau menunjuk beberapa orang sebagai penanggung jawab terkait penerapan prokes.

“Untuk kelancaran berharap setiap pengurus masjid itu menunjuk beberapa orang untuk mengawasi menjaga pelaksanaan Salat Tarawih. Misalnya, mengatur kapasitas, memastikan kesiapan sarana, memantau jemaah yang tidak mengenakan masker, saf salat dan lainnya. Ia (DKM) yang betul-betul memerhatikan penerapan prokes,” terangnya.

Baca Juga: Pemerintah Bolehkan Salat Tarawih dan Idulfitri Berjamaah

“Kami berharap partisipasi DKM dalam pelaksanaan surat edaran dalam tata cara ibadah Ramadhan. Kepada seluruh DKM diimbau mohon bentuk perwakilan perwakilan pengurus yang memang bertanggung jawab khusus soal prokes ini,” katanya.

Halaman Berikutnya:  Salat Tarawih di Masjid Raya Bandung