Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Bolehkah?

oleh -
Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Bolehkah?
Ilustrasi/Dok.Jawapos.com

Menjelang bulan suci Ramadhan (akhir Sya’ban), ada tradisi yang melekat pada masyarakat di Indonesia, di antaranya ziarah kubur

PEMERINTAH melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat (penentuan) 1 Ramadan 1442 Hijriyah secara daring maupun luring, Senin 12 April 2021.

Kehadiran bulan Ramadhan selalu ditunggu umat Islam seluruh dunia setiap tahunnya. Bukan tanpa sebab, karena bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan hikmah.

Menjelang bulan suci Ramadhan (akhir Sya’ban), ada tradisi yang melekat pada masyarakat di Indonesia. Di antaranya ziarah kubur.

Sebagian mengistilahkan tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan sebagai munggahan (sekitar tatar Sunda), arwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar JawaTimur).

Untuk sebagian orang bahkan ziarah kubur seperti kewajiban yang jika ditinggalkan terasa ada yang kurang ketika menyongsong Puasa Ramadhan.

Hukum Ziarah Kubur

Dilansir dari laman NU Online, memang saat masa awal-awal Islam, Rasulullah SAW pernah melarang umat Islam berziarah ke makam, mengingat kondisi keimanan mereka saat itu yang masih lemah. Serta kondisi sosiologis masa itu yang pola pikirnya masih didominasi kemusyrikan.

Rasulullah SAW mengkhawatirkan terjadinya kesalahpahaman saat mereka mengunjungi makam, baik dalam berperilaku maupun dalam berdo’a. Namun, seiring berjalannya waktu alasan itu semakin tidak kontekstual dan Rasulullah pun memperbolehkan ziarah kubur.

Demikian keterangan Rasulullah SAW dalam Sunan Turmudzi no 973

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :”قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة”رواة الترمذي (3/370)

Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.

Demikian hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan illat (alasan) ‘tazdkiratul akhirah’ yaitu mengingatkan kepada akhirat. Karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua dan makam orang shalih dan para wali. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat.

Hikmah Ziarah Kubur

Adapun mengenai hikmah ziarah kubur Syaikh Nawawi al-Bantani telah menuliskannya dalam Nihayatuz Zain demikian keterangannya

“disunnahkan untuk berziarah kubur, barang siapa yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jum’at, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”…

Bahkan masih dalam kitab Nihayatuz Zain diterangkan:

“Barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap hari jum’at pahalanya seperti ibadah haji” Apa yang dikatakan Syaikh Nawawi dalam Nihayuatuz Zain juga terdapat dalam beberapa kitab lain, bahkan lengkap dengan urutan perawinya”

Seperti yang terdapat dalam al-Mu’jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19.

حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا

“Rasulullah saw bersabda “barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jum’at maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia dicatat sebagai anak yang ta’at dan berbakti kepada kedua orang tuanya”.

Baca Juga: Puasa Sudah Dekat, Bacaan Doa dan Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Pahala Berziarah Kubur

Sedangkan terkait pahala yang disediakan Allah SWT kepada mereka yang menziarahi kubur orang tuanya terdapat dalam kitab Al-maudhu’at berdasar pada hadits Ibn Umar Ra.

أنبأنا إسماعيل بن أحمد أنبأنا حمزة أنبأنا أبو أحمد بن عدى حدثنا أحمد بن حفص السعدى حدثنا إبراهيم بن موسى حدثنا خاقان السعدى حدثنا أبو مقاتل السمرقندى عن عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من زار قبر أبيه أو أمه أو عمته أو خالته أو أحد من قراباته كانت له حجة مبرورة, ومن كان زائرا لهم حتى يموت زارت الملائكة قبره

“Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya.”

Halaman Berikutnya: Hukum ziarah kubur bagi muslimah