Awas Penipuan Petugas BLT UMKM! Warga Parongpong Hilang Perhiasan Senilai Rp14 Juta

oleh -
Awas Penipuan Petugas BLT UMKM! Warga Parongpong Hilang Perhiasan Senilai Rp14 Juta
Ilustrasi/jpg

Neneng Halimah (26) menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku petugas kecamatan bermodus pencairan BLT UMKM

RADARBANDUNG,id, PARONGPONG – Warga Kampung Cisasawi RT 3/5, Cihanjuang, Parongpong, Kab. Bandung Barat (KBB) harus kehilangan perhiasan emas 55 gram senilai sekitar Rp14 juta.

Korban diketahui bernama Neneng Halimah (26) menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku petugas kecamatan dengan modus pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM.

Kakak Korban, Anin Taryana (53) mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 16 April 2021. Saat itu Neneng tengah membersihkan rumput di depan rumahnya.

Tiba-tiba seorang mengaku petugas kecamatan datang menghampiri. Orang itu mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) lengkap. “Kejadiannya pagi sekitar pukul 10:00 WIB, pelaku mengaku petugas kecamatan lengkap dengan seragam PNS,” katanya, kemarin.

Anin menjelaskan, pelaku memberi tahu Neneng bahwa dirinya mendapat bantuan BPUM. Ia diminta segera datang ke kantor kecamatan untuk mencairkan bantuan itu.

“Saya pergi ke kantor kecamatan untuk mencairkan BPUM bersama pelaku. Namun ditengah perjalanan, diminta melepaskan perhiasan agar pencarian lebih mudah,” katanya.

Mengaku tergoda dan seperti terhipnotis dengan bantuan itu, korban pun menuruti skenario pelaku. Korban menyerahkan perhiasannya kepada pelaku tanpa berpikir panjang. “Pelaku meminta melepaskan perhiasan agar terlihat layak menerima bantuan,” tambahnya.

Skenario yang pelaku buat dalam melancarkan aksinya terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, meski tidak utuh. Kejadian tersebut sudah dilaporkan keluarga ke Polsek Cisarua.

Baca Juga: Dinas KUKM Kota Bandung Buka Pendaftaran Banpres UMKM Tahap 2, Ini Linknya

Kanit Reskrim Polsek Cisarua, AKP Asep M mengakui sudah menerima laporan adanya kejadian tersebut.  “Sudah terima laporan,” ucapnya.

Kepala Desa Cihanjuang Gagan Wiharja mengaku sudah mendapat laporan kejadian ini. Menurutnya, bantuan UMKM memang rentan disalahgunakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Ke depan saya imbau kalau ada orang yang mengaku dari desa, kecamatan apalagi belum dikenal dan menawarkan bantuan dengan iming-iming sebaiknya laporkan langsung,” pungkasnya.

(kro)