Ini 8 Titik Cek Poin Mudik Lebaran 2021 di Kota Bandung, Wajib Taati Aturannya

oleh -
Mudik 2021 Dilarang, Ini 8 Titik Cek Poin di Kota Bandung

Pemkot Bandung telah menentukan 8 lokasi cek poin selama masa larangan mudik Lebaran 2021. Berikut juga aturan yang diberlakukan di posko cek poin

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Meskipun tidak berada dalam perbatasan dengan luar wilayah aglomerasi, Kota Bandung tetap akan memberlakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas mudik Lebaran 2021.

Sebanyak 8 titik cek poin akan dibuat untuk penyekatan pada 6-17 Mei 2021, dari sebelumnya 7 titik yang ditentukan.

8 Titik Cek Poin Mudik di Kota Bandung

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menuturkan, 5 lokasi cek poin selama masa larangan mudik Lebaran 2021 di Kota Bandung berada di pintu keluar gerbang tol yang menjadi pintu masuk utama ke Kota Bandung.

Yakni, gerbang tol Buahbatu, Mohammad Toha, Kopo, Pasirkoja, dan kawasan Pasteur.

Sedangkan 3 posko cek poin terdapat pada tiga wilayah yang menjadi akses utama pendatang melalui jalur darat, yaitu dekat Bunderan Cibiru, perbatasan kawasan Cibeureum dan sekitar Terminal Ledeng.

“Daerah aglomerasi ini boleh ada mobilitas tetapi dengan perlakuan sangat ketat. Kita sudah sangat siap termasuk ada posko utama di Cikapayang,” ucap Ema di Taman Sejarah Balai Kota Bandung Balai Kota Bandung, Kamis (29/4/2021).

Ema menuturkan, sekitar 44 orang personel gabungan bakal bersiaga di setiap posko cek poin selama 24 jam.

Terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, aparat kewilayahan, dan Dinas Kesehatan. Mereka bekerja sama dengan PMI yang sekaligus menyediakan satu mobil ambulans di setiap posko.

“Di lapangan nanti akan dibagi tiga shif. Pada prinsipnya di wilayah aglomerasi diperbolehkan tapi harus ada surat kesehatan (keterangan negatif Covid-19). Kalau dari luar itu yang ‘urgent’ bisa diperbolehkan selama bisa memberikan surat keterangan yang valid atau jelas,” ujarnya.

Pengawasan Objek Wisata

Ema menuturkan, Pemkot Bandung juga akan menerjunkan tim gabungan ke sejumlah kawasan wisata. Hal itu mengingat potensi aktivitas masyarakat di wilayah aglomerasi yang diprediksi meningkat.

Ema juga menginstruksikan aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengawasi para pendatang. Utamanya, apabila ada pendatang dari wilayah dengan kasus Covid-19 cukup tinggi.

“Prinsipnya mudik dilarang. Itu karena kita ingin pencapaian pengendalian terjaga dengan baik. Jangan sampai kita tertimpa gelombang ketiga yang saat ini sudah terjadi di India,” tegasnya.

Halaman Berikutnya: Pemeriksaan di titik cek poin