Ternyata Babi Ngepet di Depok Dibeli Online, Dilepas dan Ditangkap Lagi

oleh -
Ternyata Babi Ngepet di Depok Dibeli Online, Dilepas dan Ditangkap Lagi
Penampakan wajah Adam yang menjadi biang kerok hoax babi ngepet di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Foto: Radar Depok

RADARBANDUNG.id – PRIA yang dianggap sebagai tokoh agama di Sawangan Depok, Adam Ibrahim ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penyebar hoax babi ngepet di Depok.

Adam merupakan orang yang meyakinkan warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok tentang keberadaan babi ngepet. Tak disangka, Adam adalah otak di balik viralnya babi ngepet tersebut.

Adam membeli babi di toko online seharga Rp900 ribu. Babi dikirim ke Depok melalui jasa pengiriman. Setelah tiba di Depok, babi tersebut dilepas hingga menggemparkan warga.

Warga heboh setelah menyaksikan babi tiba-tiba muncul di permukiman penduduk tanpa diketahui asal-usulnya. Menyikapi hal itu, polisi akhirnya turun tangan. Polisi memeriksa sejumlah saksi.

Setelah melakukan pendalaman, tersangka mengarah pada Adam Ibrahim. Polisi akhirnya menangkap dan menetapkan Adam sebagai tersangka.

Ia menceritakan, kasus itu bermula saat ada warga yang melaporkan kehilangan uang. Isu kehilangan uang lantas dikaitkan dengan babi ngepet.

“Sehingga timbullah di hati dan pikiran saya dan kita semuanya ini (teman) mengadakan hal tersebut agar selesai permasalahan ini di tempat kita,” ucap Adam.

Adam bersama teman-temannya ingin menyelesaikan masalah itu dengan cara mendatangkan babi yang bisa dianggap sebagai babi ngepet. “Namun pada akhirnya, ujungnya, pada endingnya, semua berjalan dalam keadaan yang salah dan sangat fatal,” tambahnya.

Adam mengaku khilaf sehingga nekat merekayasa babi ngepet di Depok hingga viral di sosial media.

“Nah itu dia yang saya khilaf, yang iman saya lemah, iman saya turun sebagai manusia, setan masuk ke dalam diri saya, sehingga saya mempunyai suatu pikiran yang sangat sangat jahat dan sangat sangat tidak masuk akal,” akunya.

Ia mengaku membeli babi tersebut di toko online. Babi tersebut dikirim ke Depok untuk dilepas dan ditangkap kembali. “Kita beli di sebuah toko online yaitu dengan harga Rp900, ada ongkos kirim,” tandasnya.

Adam mengakui perbuatannya. Ia meminta maaf karena membuat masyarakat resah dengan ulahnya.

Ia tak sendirian. Ia dibantu 6 pemuda untuk melancarkan aksinya. “Saya memohon maaf sebesar-besarnya kalau kejadian pada hari Selasa yang viral itu babi ngepet, dimana itu adalah berita hoax, berita bohong atau berita yang kami rekayasa dengan sahabat,” ucap Adam kepada wartawan, Kamis (29/4).

Rekayasa babi ngepet di Depok yang diotaki Ustad Adam Ibrahim sungguh jahat. Betapa tidak, Ustadz Adam Ibrahim memfitnah babi dan menipu jutaan manusia untuk kepentingan pribadinya.

Ia berbohong dan melakukan penipuan dengan maksud untuk menjadi terkenal dan agar pengikut majelis taklimnya bertambah.