Salah Kaprah Ucapan Minal Aaidiin Wal Faaiziin saat Idul Fitri, Bukan Bermakna Mohon Maaf Lahir Batin

oleh -
Salah Kaprah Ucapan Minal Aaidiin Wal Faaiziin saat Idul Fitri, Bukan Bermakna Mohon Maaf Lahir Batin
Ilustrasi

RADARBANDUNG.id – SAAT Idul Fitri tiba, umat muslim di Indonesia biasanya akan saling memberikan ucapan selamat, baik langsung maupun secara online.

Ucapan yang populer dan umumnya kerap terdengar saat Idul Fitri adalah, minal ‘aaidiin wal faaiziin. Tak jarang yang mengartikan ucapan minal ‘aaidiin wal faaiziin itu sebagai”Mohon maaf lahir batin”. Padahal, hal itu tidaklah tepat, atau salah kaprah.

Melansir laman NU Online, jika membaca literatur, memang ada tradisi pada kalangan sahabat Nabi, yakni mengucapkan selamat (tahni’ah) kepada sesama umat Islam yang telah berhasil menyelesaikan puasa Ramadhan.

Bunyi bacaan selamatnya adalah “taqabbalallaahu minnaa wa minkum”, namun ada pula yang menambahnya “taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin”.

Ada pula yang masih menambahnya “wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair”.

Jika ucapan selamat itu dirangkai memang menjadi sangat panjang, “taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair”.

Baca Juga: 50 Ucapan Menyambut Bulan Suci Penuh Suka Cita

Artinya adalah “semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantia dalam kebaikan.”

Dari ucapan selamat yang panjang inilah, asal -usul ucapan minal “aaidiin wal faaiziin” dapat diketahui maksudnya yakni termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang dan tidak ada sangkut pautnya dengan mohon maaf lahir batin.