Cantiknya Jilbab Lukis, Tren Baru Busana Lebaran Khas Bandung Barat

oleh -

RADARBANDUNG.id, PARONGPONG – Busana muslim menjadi tradisi yang tak bisa dilepaskan dari Hari raya Idul Fitri. Bagi perempuan, kerudung atau jilbab menjadi komoditi paling diburu untuk tampil cantik saat hari Lebaran.

Tak hanya menjadi aksesoris wajib bagi muslimah, jilbab pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan fashion dalam busana muslim hari ini. Hal ini membuat tren dan gaya jilbab banyak jenis dan bentuknya.

Bagi muslimah yang tengah mencari jilbab untuk menyambut Lebaran tahun ini dengan model berbeda namun tetap modis, bisa mencoba jilbab lukis khas Kabupaten Bandung Barat.

Dibuat tanpa tanpa alat bantu mesin, menjadikan produk jilbab lukis ini bernilai seni tinggi karena nyaris tak akan sama satu dengan yang lainnya.

Dengan bermodalkan cat akrilik, pelukis jilbab membuat langsung pola dan gambar di atas kain dengan bentangan kayu triplek.

Hebatnya, pembuatan gambar pada kerudung lukis tanpa diawali sketsa dulu. Hal itu membuat setiap gambar satu dengan yang lainnya berbeda.

“Digambar langsung pada kain dengan cat akrilik. Untuk menambah terang dan kesan warna-warni hasil lukisan ditaburi glitter,” kata seorang perajin kerudung lukis di Kompleks Bumi Hanjuang, Parongpong, Anie Mulyani (67).

Anie telah menekuni usaha kerudung lukis sejak tahun 2010. Produk yang dibuatnya telah melanglang buana ke luar daerah. Mulai Jakarta, Pekanbaru, Jawa Timur, hingga Bali.

Setiap jilbab lukis yang dibuat dipatok seharga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Tergantung jenis lukisan dan bahan kerudung yang dipakai.

Baca Juga: Fashion Hijab Casual Kekinian, Santai dan Tetap Stylish | 3Second

“Sekang pemasaran mengandalkan media sosial saja. Dulu sempat punya toko di Baltos tahun 2016. Tapi sekarang dihentikan karena pemesanan banyak sekali, sementara kita hanya bisa buat maksimal 2 kodi sehari,” jelas ibu dua anak itu.

Selain membuat jilbab lukis, Anie juga membuat baju lukis dan masker lukis. Ramadhan 2021 ini permintaan cukup besar, namun permintaan tetap belum optimal karena pemasaran masih melalui media sosial.

“Kita terbatas pada sisi pemasaran. Karena hanya mengandalkan Facebook dan Instagram,” pungkasnya.

(kro)