Umuh melanjutkan, ia melihat antusias suporter di laga Persebaya vs Persib kemarin sangat luar biasa. Bahkan banyak suporter Persib yang datang ke stadion GBLA dari luar Jawa Barat.
Ia pun meminta semua pihak tidak saling menyalahkan atas insiden tersebut. “Karena mereka antusias, spontan, mereka dengan segala cara supaya bisa masuk, ya saya juga tidak menyalahkan,” imbuhnya.
“Ya ini semua kita akan evaluasi, mencari jalan yang terbaik. Jadi tidak ada yang harus saling menyalahkan, semuanya dalam situasi berduka, kita harus landai dan semua pun juga harus pelan dan tidak ada yang tersinggung, tidak menyinggung siapapun,” tuturnya.
Baca juga: Layvin Kurzawa Ucap Selamat Tinggal untuk Persib Bandung: Saya Ingin Bertahan, Tapi…
“Tadi juga dengan pak Kapolda, semua juga bicara bagaimana untuk menangani langkah yang lebih aman,” katanya.
Selain itu, Umuh juga meminta agar peristiwa ini tidak dikaitkan dengan istilah oknum bobotoh. Sebab, menurutnya, semua bobotoh yang hadir di GBLA saat laga Persib vs Persebaya merupakan bobotoh sejati.
Baca Juga: Hasil Piala Presiden 2022: Persib Kalahkan Persebaya
Baca juga: Igor Tolic Ungkap Rencana Persib Bandung Menyongsong Musim 2026/2027
“Tidak ada yang bahasa oknum bobotoh, karena ini semua bobotoh bobotoh sejati,” tegasnya.
“Tapi mungkin kita mengimbau kalau yang tidak punya tiket nonton di televisi saja, mungkin lebih leluasa dan lebih nyantai di televisi menurut saya. Kalau yang tidak punya tiket daripada berdesak-desakan lagi, terus ada korban lagi, ini sangat berbahaya. Bukan untuk sanksi kepada PT Persib karena kita juga sudah luar biasa pengamanan,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono mengamini pernyataan Umuh. Teddy menegaskan evaluasi akan segera dilakukan agar insiden serupa tidak terulang. “Kita akan pikirkan evaluasi ke depannya seperti apa. Seperti yang tadi diimbau Pak Umuh, yang tidak punya tiket tidak datang ke stadion. Ya kita akan meetingkan untuk evaluasi,” katanya. (ysf)