backgroundimg
Seri: Olahraga

Di Balik Pesta Juara Persib Bandung, Teja Paku Alam Simpan Kisah yang Tak Banyak Diketahui

Di Balik Pesta Juara Persib Bandung, Teja Paku Alam Simpan Kisah yang Tak Banyak Diketahui

RADARBANDUNG.id – , , mengungkapkan perjalanan menuju gelar juara musim ini terasa jauh lebih menegangkan dibandingkan dua musim sebelumnya. Persaingan ketat di papan atas klasemen membuat seluruh pemain harus menghadapi tekanan besar hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.

Menurut , situasi musim ini berbeda karena kepastian gelar baru ditentukan menjelang akhir kompetisi. Kondisi tersebut membuat tekanan terus dirasakan oleh para pemain dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Sudah sekitar sebulan ini ada pressure tersendiri karena melihat lawan dan perolehan poin. Jadi memang terasa sekali tekanannya,” ujar .

Kiper berusia 32 tahun itu mengaku momen paling emosional terjadi saat pertandingan terakhir berakhir. Setelah peluit panjang dibunyikan, seluruh beban dan ketegangan yang selama ini dirasakan seolah langsung terlepas.

“Makanya setelah pertandingan terakhir dan peluit akhir berbunyi, saya emosional sekali. Mungkin itu karena semua tekanan yang selama ini dirasakan akhirnya selesai,” kata Teja Paku Alam.

Keberhasilan meraih gelar juara musim ini menjadi pencapaian penting setelah harus bersaing ketat dengan para rival hingga penghujung kompetisi. Konsistensi permainan dan mental yang kuat menjadi faktor penting yang membantu mempertahankan performa sepanjang musim.

Setelah disibukkan dengan berbagai agenda perayaan juara bersama Persib Bandung dan Bobotoh, Teja Paku Alam mengaku ingin menikmati masa liburan terlebih dahulu. Ia berencana menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kembali mempersiapkan diri untuk musim berikutnya.

“Kalau sekarang mungkin off dulu, liburan dulu. Mungkin di Bandung, pulang kampung juga, atau mungkin jalan-jalan keluar,” ucap Teja Paku Alam.

Menariknya, saat ditanya mengenai hobinya di dunia otomotif, Teja Paku Alam melontarkan jawaban santai yang mengundang senyum. Jika sebelumnya identik dengan motor Yamaha Mio, kini ia berkelakar ingin beralih ke motor legendaris lainnya.

“Waduh, kayaknya Mio-nya sudah habis. Kita pindah ke RX-King kayaknya,” ujar Teja Paku Alam sambil bercanda.

Kini, setelah sukses mengantar Persib Bandung meraih gelar juara, Teja Paku Alam dapat menikmati masa istirahat dengan lebih tenang sebelum kembali menghadapi tantangan baru bersama Persib Bandung pada musim mendatang. (pra)

Bagikan: 53