backgroundimg
Seri: Olahraga

FIFA Berlakukan Aturan “Anti-Arsenal” di Piala Dunia 2026, Juga Terinspirasi dari Insiden Vinicius dan Senegal

FIFA Berlakukan Aturan “Anti-Arsenal” di Piala Dunia 2026, Juga Terinspirasi dari Insiden Vinicius dan Senegal

RADARBANDUNG.ID, ZURICH – Finalis Liga Champions musim ini, Arsenal, bisa kesulitan menemukan cara mencetak gol musim depan setelah peraturan anyar dirilis -IFAB (Badan Pembuat Internasional). Sebab, dalam baru yang akan mulai diberlakukan di itu, praktik blokir pemain saat set piece yang identik dengan finalis Liga Champions itu akan dibatasi.

Baik dalam situasi sepak pojok maupun tendangan bebas. Pemain yang sengaja menghalangi lawan akan dianggap melakukan pelanggaran. itu terinspirasi dari konsep screen dalam permainan bola basket.

Pemicunya ketika Ben White menciptakan gol untuk Inggris ke gawang Uruguay dalam laga uji coba pada Maret lalu. White juga merupakan penggawa Arsenal. “Kami berusaha menyelesaikan masalah ini,” kata Ketua Komite Perwasitan Pierluigi Collina, dikutip dari situs resmi IFAB.

Gol dari Pelanggaran

Menurut Collina, aturan tersebut bukan merupakan sentimen terhadap tim tertentu, melainkan upaya agar tidak ada gol yang tercipta dari pelanggaran. “Saya rasa tidak ada dari Anda yang senang dengan gol yang tercipta dari situasi akibat pelanggaran,” sambung mantan wasit FIFA berkebangsaan Italia itu.

FIFA sudah mulai memperkenalkan serangkaian aturan barunya tersebut dalam laga-laga uji coba internasional di beberapa hari terakhir. Inti dari berbagai regulasi anyar itu adalah membuat pertandingan berjalan lebih lancar dan tidak banyak diwarnai taktik membuang waktu.

Ada dua inspirasi lain di balik aturan-aturan baru tersebut. Pertama, first leg playoff knockout Liga Champions antara SL Benfica melawan Real Madrid di Lisbon. Pemain Benfica Gianluca Prestianni menutup mulutnya saat menghina Vinicius Jr dengan ejekan rasis. Vinicius merupakan wide attacker Real Madrid.

Kedua, skandal walkout skuad Senegal dalam final Piala Afrika melawan Maroko karena tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Senegal akhirnya kembali bermain. Sadio Mane dkk juga berhasil memenangi laga. Namun, dua bulan kemudian, Badan Arbitrase Olahraga memutuskan bahwa Maroko merupakan juara yang sah. (ren/ttg/Jawa Pos)

Bagikan: 57 WhatsApp X Facebook
Mendengarkan Memuat suara…
0:00

Browser Anda tidak mendukung Text to Speech. Gunakan Chrome, Edge, atau Safari terbaru.