RADARBANDUNG.id – Kecintaan terhadap Persib Bandung membawa Fahri Abdul Rasyid menjadi salah satu kolektor jersey Maung Bandung yang memiliki koleksi bersejarah dari berbagai era. Selama lebih dari dua dekade, ia berhasil mengumpulkan hampir 100 jersey Persib yang kini dipamerkan untuk publik.
Pameran tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan keberhasilan Persib meraih gelar juara liga tiga musim berturut-turut sekaligus menambah koleksi bintang juara di lambang klub kebanggaan Jawa Barat itu.
Menurut Fahri, pameran digelar bekerja sama dengan sebuah studio visual di Kota Bandung dan berlangsung selama satu bulan.
Baca juga: Persib Bandung Juara, Marc Klok Sebut Musim Ini Lebih Dramatis dari Dua Tahun Lalu
“Ini dalam rangka menyambut three peat Persib, lima bintang juara dan tiga kali juara berturut-turut. Jadi saya bekerja sama membuat pameran di dalam studio foto sehingga bobotoh bisa datang dan berfoto di sini. Acara berlangsung dari 24 Mei sampai 24 Juni di Gulapadi Resto,” ujar Fahri.
Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat sekitar 100 jersey Persib dari berbagai generasi. Salah satu yang paling tua berasal dari era 1994, termasuk koleksi yang berkaitan dengan pertandingan Persib melawan AC Milan.
“Kurang lebih ada 100-an jersey, dari yang paling tua tahun 1994 sampai jersey musim terakhir saat Persib juara,” katanya.
Baca juga: Viking Persib Club Buka Suara, Persib Bandung Diyakini Mampu Juara Lagi Bersama Igor Tolic
Meski demikian, Fahri mengakui belum semua jersey dari setiap musim berhasil ia kumpulkan.
“Ada beberapa yang belum lengkap, mungkin sekitar tiga musim yang belum ada,” ucapnya.
Perjalanan Fahri menjadi kolektor tidak berlangsung instan. Ia mengaku mulai mengumpulkan jersey Persib sekitar tahun 2004 tanpa pernah memiliki niat menjadi kolektor.
Baca juga: Di Tengah Euforia Juara, Persib Bandung Tersandung Sanksi FIFA
Saat itu, Persib belum memiliki sistem penjualan merchandise resmi seperti sekarang. Karena itu, sebagian besar koleksinya diperoleh dari sesama bobotoh dan mantan pemain.
“Sebelum ada penjualan resmi, saya dapat jersey dari bobotoh senior dan beberapa pemain. Kadang kalau ketemu bobotoh yang memakai jersey lama di stadion, saya ajak ngobrol, lalu bisa dapat informasi atau kesempatan untuk memilikinya,” tuturnya.
Ia pun selalu menjaga setiap koleksi dengan baik sebagai bagian dari dokumentasi sejarah Persib.
Baca juga: Saddil Ramdani Sebut Timnas Indonesia Siap Hadapi Lawan Berkualitas
“Di rumah disimpan dan dirawat dengan baik. Buat saya ini juga arsip sejarah,” katanya.
Dari sekian banyak koleksi yang dimiliki, Fahri menyebut jersey final Indonesia Super League (ISL) 2014 sebagai yang paling berkesan secara emosional.
Jersey tersebut merupakan milik legenda Persib, Hariono, yang dikenakan pada laga final melawan Persipura Jayapura.
Baca juga: Igor Tolic Ungkap Rencana Persib Bandung Menyongsong Musim 2026/2027
Menurutnya, momen itu sangat spesial karena menjadi akhir penantian panjang Persib untuk kembali meraih gelar juara liga setelah hampir dua dekade.
“Yang paling memorable buat saya jersey final ISL 2014. Saya dapat dari Bang Haryanto di Palembang. Waktu itu Persib akhirnya juara setelah hampir 20 tahun menunggu. Bisa mendapatkan jersey itu tentu menjadi kenangan tersendiri,” ungkapnya.
Meski banyak koleksinya kini memiliki nilai jual tinggi di kalangan kolektor, Fahri mengaku sulit menentukan mana yang paling mahal.
Baca juga: Teja Paku Alam Bongkar Rahasia Hattrick Juara Persib Bandung, Awalnya Tak Percaya Bisa Terjadi
“Harganya sekarang memang sudah naik karena banyak yang mencari jersey Persib lama. Tapi kalau soal nilai koleksi, saya lebih melihat sejarah dan ceritanya,” ujarnya.
Di balik koleksi yang hampir menyentuh angka 100, Fahri masih memiliki satu target yang belum tercapai, yakni jersey Persib dari musim kompetisi 1994.
Menurutnya, jersey tersebut menjadi salah satu yang paling sulit ditemukan karena minim identitas visual dan memiliki kemiripan dengan seragam klub lain pada era tersebut.
Baca juga: Layvin Kurzawa Ucap Selamat Tinggal untuk Persib Bandung: Saya Ingin Bertahan, Tapi…
“Yang paling susah dicari itu jersey tahun 1994, liga pertama. Waktu itu bahkan ada yang tidak memakai logo Persib sehingga sulit dibedakan dengan tim lain yang sama-sama berwarna biru,” katanya.
Karena itu, Fahri sangat berhati-hati ketika berburu koleksi lawas. Baginya, keaslian dan riwayat kepemilikan jauh lebih penting dibanding harga.
“Kalau ada barang mahal tetapi asal-usulnya jelas, saya tidak masalah. Yang penting historinya bisa dipertanggungjawabkan. Nah, itu yang paling sulit untuk jersey tahun 1994,” katanya. (pra)