Selama 5 Hari ada 8 Kasus Curanmor di Cimahi

oleh -

RADARBANDUNG.ID, CIMAHI – Hingga bulan Februari 2019, Satreskrim Polres Cimahi telah mengungkap 8 kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua dan roda empat di wilayah hukum Polres Cimahi.

Dari 8 pengungkapan kasus curanmor yang dilakukan, pihaknya mengamankan sekitar 20 orang pelaku kejahatan, lantaran setiap kasus biasanya melibatkan lebih dari 1 orang pelaku.

Menurut Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N. Adiputra, kebanyakan kasus curanmor yang dilakukan, terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, lantaran luas wilayahnya yang kadang tak terawasi penuh.

“Dari sekitar 8 kasus yang telah kita ungkap, memang agak dominan terjadi di KBB. Karena jalan keluarnya yang banyak, dan pengamanannya yang tidak seperti di pusat kota, termasuk Cimahi,” ujar Niko saat ditemui di Mapolres Cimahi, kemarin.

Beragam modus pencurian kendaraan yang dilakukan oleh pelaku, dan yang paling sering adalah modus pecah kaca dan curas atau pencurian dengan kekerasan.

“Untuk kendaraan roda empat, sasarannya biasanya kendaraan pickup. Karena sistem keamanannya tidak seperti mobil jaman sekarang. Kalau motor, biasanya dengan kunci T atau dengan kekerasan,” jelasnya.

Modus pencurian terbaru yang saat ini ditemui dan kasusnya sudah diungkap yakni modus pencurian kendaraan roda dua dan roda empat sebagai sopir angkot dan menandai dengan tali sepatu.

Kasus yang sudah diungkap tersebut dilakukan oleh dua kelompok yang terdiri dari 5 orang pelaku, spesialis pencurian roda dua dan satu kelompok lainnya spesialis pencurian roda empat.

Dari dua komplotan tersebut, polisi mengamankan lima tersangka yakni NR, DA, AL, AS dan BA. Saat ini mereka sudah mendekan di tahanan Polres Cimahi dengan kaki dibalut perban.

Pelaku spesialis pencuri motor melakukan aksinya dengan menyasar motor yang terparkir di rumah warga kemudian merusak pagar rumah tersebut.

Sedangkan untuk komplotan spesialis mobil, kata dia, modusnya menyamar sebagai sopir angkot dan kondektur yang kerap berkeliling dengan menarik penumpang, sehingga masyarakat tidak akan curiga mereka sebagai pencuri.

“Setelah pagar rusak mereka memberikan tanda pada pagar itu dengan tali sepatu, kemudian pelaku lainnya mengambil sepeda motor yang terparkir. Kalau angkot, mereka berputar menarik penumpang sambil menandai mobil yang jadi sasaran,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, komplotan pencuri ini sudah melakukan pencurian sebanyak 34 kali dengan tempat kejadian perkara (TKP) kebanyakan di sejumlah wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kelima tersangka dijerat dengan pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Dari tangan pelaku kami mengamankan enam kendaraan motor dan empat kendaraan mobil,” tegasnya.

(dan)