Saling Balas Dendam Pemuda Ini Berakhir di Polres Bandung

oleh -
DOK

RADARBANDUNG.ID, SOREANG – Video gerombolan motor dan mengacung-ngacungkan senjata tanjam yang viral dan sempat membuat warga Majalaya resah.

Hal tersebut lantaran pembuat vidio tersebut tidak terima karena rekannya di keroyo dan sempat di rawat di rumah sakit Al – ihsan.

Menurut Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan menyebut, para pembuat video tersebut akibat tersulut emosi, lantaran pada Minggu (10/2/2019), sekitar Pukul 15.30 WIB di Majalaya, Sekelompok remaja meminta sejumlah uang kepada seorang korban bernama Rizal.

Karena Rizal tak terima dipalak. Dia pun mengadukan kejadian tersebuta pada kakaknya bernama Wendy. Tak lama Wendy pun menemui orang yang memalak adiknya tersebut.

Namun nasib sial menimpa Wendy. Alih-alih membalas dendam sang adik. Dia malah dikeroyok oleh keempat orang tersangka. Dan alhasil Wendy mengalami luka-luka di wajah dan punggung.

“Motifnya dendam. Hal tersebut setelah jajaran Polres Bandung membekuk empat orang tersangka berinisial J, J, Z, dan K,” Kata indra saat di jumpai di kantornya Selasa (19/2/2019).

Sebut Indra, keempat orang inilah, yang jadi pemicu pembuatan Vidio dengan membawa senjata tajam dan berkeliaran di Majalaya. Karena tidak teriam rekannya di keroyok dan mengalami luka-luka.

“Sebelumnya mereka tidak kenal, ini karena ke empat tersangka ini memberhentikan Rizal dan meminta sejumlah uang. Setelah memberikan uang, korban mengadu kepada kakaknya,” terangnya.

Terang indra, mereka disinyalir bersiap-siap menyerang ke kediaman keempat tersangka di Majalaya. Namun dalam perjalanan, mereka membuat video yang isinya bikin geger media sosial.

Selain menangkap keempat pelaku pengeroyokan Wendy, Polres Bandung pun mengamankan 14 orang tersangka yang berada di dalam Vidio tersebut. Namum hanya empat orang dari pembuatan vidio tersebut yang di tahan dan sisanya hanya wajib lapor.

“Keempat orang dalam vidio ini ikenakan UU Darurat dengan ancaman 9 tahun dan 10 tersangka lainnya wajib lapor,” terangnya.

Namun sebut Indra Para pembuat vidio ini juga bisa di ancam dengan undang-undang ITE. “Kami akan berkoordinasi dengan ahli pidana dan bahasa apakah (video) masuk ke UU ITE,” pungkasnya.

Penulis: Ipan Sopian