Asia Afrika Festival Gerbang Kerjasama Antar Negara

oleh -
asia afrika
Seorang penampil menunjukan kesenian tari asal India dalam acara Asia Afrika Festifal 2018. (IST)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Asia Afrika Festival (AAF) 2019 bakal menjadi gerbang Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Experience Festival (WEF) 2020.
Gelaran WEF merupakan agenda rutin pagelaran budaya yang melibatkan lebih dari 70 negara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari menyatakan, pada 2019 WEF bakal digelar di Rumania. Untuk itu, pada AAF 2019 ini, Kenny sengaja mengundang salah satu wali kota di Rumania.

“AAF sebenarnya ada rangkaian untuk 2020 itu World Experience Festival. Ini semacam multiculture, heritage culture, dan salah satunya musik daerah. Kalau memang jodohnya, maka tahun depan akan ada 70 kebudayaan dari berbagai negara akan tampil di Kota Bandung. Inisiasinya kita akan mengundang Wali Kota Cluj Rumania untuk datang ke sini,” ucap Kenny di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (16/4/2019).

Kenny memaparkan, WEF menjadi salah satu festival yang mendapat dukungan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO). Sehingga, pihaknya kini terus berusaha agar UNESCO memberikan kepercayaan ke Kota Bandung untuk menjadi tuan rumah di 2020 mendatang.

Jila terpilih, lanjut Kenny, akan memberikan dampak positif kepada sektor pariwisata Kota Bandung. Tak hanya itu, WEF dapat membuka kerja sama dengan kota-kota dunia.

“Keinginan menggelar World Experience ke Kota Bandung itu selain menarik wisatawan juga ingin menginisiasi kerja sama antar kota,” terangnya.

Kenny melanjutkan, untuk AAF 2019 akan dibuka dengan rangkaian pagelaran tari mulai 26-29 April. Perhelatan ini juga sekaligus memperingati hari tari sedunia yang jatuh setiap 29 April.

“Untuk menambah kemeriahan Kota Bandung ada kegiatan dalam rangka memperingati world dance day itu 26-29 April. Rencananya dari 26-27 April ada festival Jaipongan. Juri dari Jogja, Solo dan beberapa daerah di Jawa Barat, pesertanya itu 29 sanggar tari dan kebanyakan dari Jawa Barat,” paparnya.

Kenny menyatakan pada 28 April juga bakal digelar menari masal di area Car Free Day (CFD) Dago. Acara tersebut bakal turut melibatkan 3.624 penari.
“Mudah-mudahan bisa memecahkan rekor nasional dalam rangka world dance day. Kemudian 29 April ada kegitan 24 jam Bandung menari di gedung YPK menampilkan bermacam tarian,” tambahnya.

Setelah pagelaran tari, rangkaian AAF 2019 disambung dengan festival Ramadan. Disbudpar Kota Bandung menyiapkan acara Ngabuburit On The Street (Ngaos).

Lebih lanjut Kepala Bidang Produk Seni dan Budaya Disbudpar Kota Bandung, Sigit Iskandar menuturkan, pihaknya juga telah menyiapkan festival kuliner Asia Afrika.

“Geografic dan food market Asia Afrika digelar di Braga 21-27 Juni. Beragam makanan Asia Afrika akan kita tampilkan,” ujar Sigit.

Sigit menegaskan, sebagai acara utama AAF 2019 akan dilaksanakan pada 29 Juni mendatang dengan menampilkan karnaval budaya. AAF 2019 menempati posisi keempat acara unggulan di Indonesia dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.

“Karena ada Pemilu dan masuk bulan puasa, sesuai dengan arahan kementerian Kemenpar maka jatuh pada 29 Juni. Di agenda Kemenpar Asia Afrika Festival masuk ke jajaran top ten even nasional dan menempati peringkat keempat,” pungkasnya.

(arh/net)