KKN Tematik Tel U Dukung Program Citarum Harum

oleh -
dok

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Telkom University (Tel U) terus berkomitmen mendukung program Citarum Harum. Salah satu bentunya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa. Pengabdian masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan itu difokuskan di Sektor 6 Sungai Citarum, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya menjelaskan, KKN Tematik Citarum Harum sudah dilakukan untuk ketiga kalinya. Keterlibatan mahasiswa merupakan salah satu upaya menciptakan sungai terpanjang di Jabar ini kembali bersih dan bisa dimanfaatkan warga.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa berbaur dengan warga dan lingkungan serta memahami masalah lapangan, link and match dunia pendidikan,” ujar Adiwijaya saat ditemui usai membuka kegiatan KKN Tematik Telkom University, Rabu (13/11/2019).

Adiwijaya melanjutkan, melalui KKN tematik ini mahasiswa bisa mengapikasikan berbagai disiplin ilmu dalam membantu segala permasalahan yang terjadi di Sungai Citarum.

“Kami akan terus bersinergi. Mulai dari KKN Tematik pertama, kedua dan sekarang, kami akan terus mendukung dengan segala upaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Tel U juga mengaplikasikan Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi polusi di sekitar Sungai Citarum menggunakan drone dan robot air.

“Alat deteksi polutan ini salah satu yang kami buat untuk diiimplementasikan suksesnya program Citarum Harum. Sehingga manfaatnya bisa langsung terasa oleh masyarakat luas,” imbuhnya.

KKN Tematik Tel U diikuti 200 mahasiswa lintas Fakultas. Kegiatan KKN dihari pertama digelar lomba perahu kano atau kayak (sistem monitoring sungai berbasis drone). Penanaman 500 pohon jenis mangga, nangka, pucuk dan mera. Kemudian ada juga kelas alam atau kelas mengajar dan penyerahan bantuan perpustakaan.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Sektor 6 Citarum Harum, Kolonel Arh Dodo Irmanto menjelaskan, dengan keterlibatan akademisi dalam memulihkan program Citarum Harum dirasa sangat membantu.

“Memang Citarum belum bersih sepenuhnya, baru 80 persen.

Tentunya untuk mendukung program ini semua stekae holder baik perguruan tinggi, warga dan lainnya harus terlibat,” paparnya.

Kata dia, dengan keterlibatan banyak pihak bukan tidak mungkin penyelelesaian permasalahan di Sungai Citarum bisa tercapai sebelum target yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni tujuh tahun.

“Mudah-mudahan kurang dari tujuh tahun Sungai Citarum kembali bersih. Kami juga tak henti mengedukasi warga agar senantiasa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai,” tandasnya.

Dalam kegiatan itu turut hadir seorang aktivis lingkungan dari komunitas Plastic Fischer Jerman, Karsten Hirsch. Menurutnya, permukaan Sungai Citarum saat ini jauh lebih bersih dibandingkan tiga tahun terakhir, saat sungai tersebut dicap sebagai sungai terkotor di dunia.

“Memang tiga tahun terakhir saya belum lihat secara langsung, hanya dari informasi yang beredar saja dimana Citarum sangat kotor dan bau. Tapi, sekarang Citarum sudah bersih. Permukaan sungai juga sudah lebih baik,” jelasnya.

Melihat perubahan itu, kata Karsten, ia dan sejumlah aktivis dari Plastic Fischer semakin tergerak untuk membantu program Citarum Harum sejak tiga bulan lalu.

“Perkembangannya signifikan meskipun masih banyak yang harus dikerjakan untuk mengembalikan Sungai Citarum jadi sungai yang bersih, maka itulah butuh peran dan kepedulian semua pihak,” pungkasnya.

(cr1)