Sekarang Gofood Tidak Menerima Pesanan dengan Kantong Plastik

oleh -

RADARBANDUNG.ID, BANDUNG – Platform Ojek Online, Gojek, memberikan pelatihan kepada 150 mitra driver untuk melatih keterampilan mereka di Bengkel Belajar Mitra (BBM).

Adanya pelatihan serupa sudah dilaksanakan di skala nasional dengan tagline #Gogreener di Agustus lalu, bertujuan menjaga, merawat, dan memelihara lingkungan.

Digandengan World Wide Fund (WWF) for Nature Indonesia oleh Gojek sebagai upaya pengurang kantong plasik dan mengantinya dengan tas pengantasan khusus GoFood, sehingga tidak akan menggunakan kantong plastik.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memperkenalkan tas pengantaran yang dirancang khusus demi kenyamanan dan menjaga keadaan pesanan dalam keadaan prima dari merchant sampai ke konsumen, dan yang terpenting tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita dalam berita yang diterima Radar Bandung, Rabu (20/11/2019).

Di tahap awal ini, GoFood mendistribusikan lebih dari 150 tas pengantaran di Kota Bandung. Tas pengantaran ini memiliki banyak keistimewaan, diantaranya kompartemen yang lebih luas dan kualitas tinggi untuk menyimpan dan mengantar makanan, baik panas maupun dingin, lalu tahan cipratan air dan dapat dilipat sehingga tetap fleksibel saat mitra driver mengantar penumpang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dr. Kamalia Purbani mengatakan, pengurangan penggunaan kantong plastik merupakan salah satu program yang sejalan dengan Kang Pisman melalui pengurangan sampah di hulu sebelum menjadi sampah sebagai bentuk upaya preventif, sehingga jumlah timbulan sampah plastik dapat dikurangi.

“Kami mengapresiasi Gojek sebagai layanan pesan-antar makanan pertama yang memfasilitasi mitra driver-nya agar dapat mengambil peran aktif untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai ketika memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat kota Bandung,” ujarnya.

Dengan menggunakan totebag, driver Gojek di kota Bandung telah menghemat lebih dari 4 juta kantong plastik ketika mengantar GoFood.

Selain itu hingga Desember 2019, Gojek juga mendukung program Kang Pisman lainnya dengan melakukan sosialisasi pemilahan sampah dan program ‘nabung sampah plastik’ yang ditukar dengan saldo GoPay di beberapa sekolah di Bandung.