BEM se-Indonesia Bahas Generasi Emas 2045 di Kampus Unisba

oleh -
PRATEMU: Sejumlah mahasiswa berbagai daerah mengikuti kegiatan Pratemu BEM Nusantara ke-XII di Aula Unisba, Selasa (26/11).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi tuan tumah Pratemu BEM Nusantara ke-XII. Sebanyak 64 universitas se-Indonesia hadir dalam kegaitan program kerja tahunan tersebut.

Ketua Pelaksana Pratemu BEM Nusantara, Dani Ramdhani menuturkan, pertemuan ini digelar untuk menentukan arah pergerakan mahasiswa dalam mengawal kedaulatan bangsa dan negara. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi sebagai sumbangsih mahasiswa untuk masa depan bangsa.

“Tentunya pemikiran yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 45,” ujar Dani saat memberikan sambutan di Aula Unisba, Selasa (26/11).

Dani menyebut, bangsa ini sudah 74 tahun merdeka. Tapi, masih terjadi pergolakan yang harus ditangani bersama. Terutama, mengenai target Generasi emas 2045 apakah bisa menjadi realita atau wacana.

“Oleh karena itu, kami mengusung tema Refleksi Kebangsaan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Presiden Mahasiswa Unisba, Norman Lutfi menambahkan, gerakan BEM merupakan jawaban dari permasalahan publik di Indonesia. Gerakan mahasiswa adalah gerakan solusi dan jawaban peliknya permasalahan di Indonesia.

“Menurut kami, bangsa ini sedang tak baik, jadi mahasiswa harus ikut berkontribusi memberikan solusi,” katanya. Koordinator Pusat BEM Nusanatara, Hengky Primana menambahkan, dalam kegiatan nanti akan dibahas sejumlah poin penting.

“Nanti kita bahas dengan pengurus untuk menyuarakan aspirasi dan rencana kedepan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II Unisba, Atih Rohaeti Dariah menekankan kepada mahasiswa dalam mewujudkan Indonesia emas 2045. Kata dia, mahasiswa adalah pemikir, penyumbang ide dan gagasan. Artinya, kontribusi mahasiswa sangat diperlukan untuk membangun bangsa.

“Kami setuju kalian (mahasiswa) adalah harapan besar untuk memikirkan Indonesia emas kedepan. Kalian nanti akan jadi penggeraknya. Bangun dan sejahterakan masyarakat, dari sisi pendidikan, kualitas hidup, kesehatan dan kemampuannya,” papar Atih.

Atih menyebut, sebagai tuan rumah Pratemu BEM Nusantara diharapkan ada manfaat yang bisa disumbangkan untuk negara dengan mendukung dan bisa mendorong bangsa dan negara.

“Kami mendukung pergerakan mahasiswa dalam kontek yang positif. Saya yakin kalian bergerak dengan hati nurani tanpa perintah siapapun, tanpa ada kepentingan apapun,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bandung, Oded M Danial diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung, Priana Wirasaputra mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Pratemu BEM Nusantara menjadi wadah para pemikir bangsa untuk berkontribusi membangun Indonesia dari berbagai aspek.

“Kami mengapresiasi acara ini. Pesan kami, sampaikan ide dan pemikiran yang bisa membantu negara, terutama optimalisasi pembangunan infrastruktur, sosial, ekonomi, politik atau budaya,” pungkasnya.

(fid)