WFB Berikan Edukasi Foto Pada Kilas Balik Jabar 2019

oleh -
MENGAMATI : Seorang anak mengamati sebuah foto salah satu peserta kilas balik Jawa Barat 2019, di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (27/12). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Ratusan foto terpampang di depan kantor Gubernur Jawa Barat. Para penghobi atau penyuka karya seni foto dimanjakan oleh hasil jepretan kamera fotografer profesional.

Tak terhitung berapa pasang mata yang langsung tertuju ke arah selatan area Lapangan Gasibu Bandung. Tua muda hingga anak-anak larut mengamati foto – foto yang gagah tergantung pada masing – masing stand.

Menariknya, dari total seratus foto yang akan dipajang selama seminggu kedepan itu, terdiri dari beberapa kategori. Isu lingkungan yang diangkat pada pameran itu seolah menjadi pamungkas.

Sepertihalnya foto tumpahan minyak yang mencemari pantai Karawang, karya Donny Iqbal WFB, kemudian dua karya dari Gani Kurniawan WFB, yang memunculkan foto Banjir Bandang di wilayah Bandung Timur akibat rusaknya kawasan hulu yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) serta Banjir Bandung Selatan yang tak kunjung terselesaikan.

“Bisa dirasakan, dari sebagian foto yang terpajang ini merupakan pesan kepada pihak terkait. Dengan harapan harapan kedepan ada perubahan,” kata Pelaksana Pameran Foto, Kilas Balik Jawa Barat 2019, Darma Legi.

Dalam kilas balik kali ini, organisasi Profesi Wartawan Foto Bandung (WFB), dilibatkan untuk mengisi rangkaian kegiatan yang di inisasi Humas Pemprov Jabar. Selain mengulas apa saja yang  seudah terjadi di Jawa Barat selama setahun, pameran foto ini bisa dijadikan ajang edukasi bagaimana mengabadikan sebuah momen atau menyampaikan pesan dengan gambar.

Dia menyebutkan, peserta foto di acara ini, pihaknya pun mengajak berbagai komunitas foto di Jawa Barat. Ada dari unit fotografi kampus hingga komunitas foto.

“Untuk peserta dari kampus dan komunitas, seluruhnya merupakan fotografer dari Kota Bandung. Kalau dari anggota WFB yang turut menyumbangkan fotonya, keseluruhan dari wartawan se Jawa Barat,” ucap Eci sapaan akrabnya.

Untuk menciptakan karya foto yang memiliki nilai estetika tinggi, tidak semua orang bisa melakukannya.

Menurut Eci yang juga anggota WFB ini, agar karya foto memiliki nilai estetika yang bisa sekaligus menyampaikan pesan, baik untuk dinikmati publik maupun hanya sekedar swafoto, diperlukan komposisi yang tepat.

“Sehingga apa yang disajikan dalam gambar itu mudah dibaca, serta bisa pula untuk menyampaikan sebuah pesan,” tuturnya.

Sementara itu, ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut tak untuk merekam sejumlah momen, atau peristiwa yang terjadi di jawa barat melalui jepretan kamera, sepanjang tahun 2019.

Foto yang dipamerkan dalam acara kilas balik ini, seluruhnya sudah dikurasi oleh para juri yang ahli dibidangnya dan profesional.

(gat)