Ragam Alat Musik Tiup Berpadu dalam Sangkuryoung

oleh -
Sangkuryoung Brass Band tampil pada perayaan ulang tahun ke-2 nya di Simpul Space Jalan Braga, Senin malam (24/02/2020).

RADARBANDUNG.com, BANDUNG – TERBENTUK tahun 2018, Sangkuryoung Brass Band adalah grup musik asal Bandung yang fokus pada alat musik tiup. Diawaki 15 pemain alat musik tiup dan satu drummer, Sangkuryoung menampilkan konsep yang menghibur. Mereka selalu aktif di setiap aksi, kendati tanpa lirik.

Seperti yang tercipta pada perayaan ulang tahun ke-2 Sangkuryoung Brass Band. Mengusung tema Midnight Horn, Sangkuryoung Brass Band tampil meriah di Simpul Space, Jalan Braga, Senin malam (24/02/2020). Di atas panggung, Sangkuryoung Brass Band berkolaborasi dengan sejumlah musisi Bandung, di antaranya Ijay Irawan, Uan Kaisar, Manshur Angklung, dan Nadiahaf.

Sebelum tampil, salah seorang anggota, Aryadi Maula Putra (24) menceritakan awal mula terbentuknya Sangkuryoung Brass Band. Katanya, grup musik ini awalnya proyek iseng. Mereka harus tampil mengisi salah satu resital marching band. Agar berbeda dengan grup musik yang lain, mereka memutuskan untuk membentuk kelompok musik yang hanya menampilkan alat musik tiup.

Aryadi menyebut saat ini jumlah anggota Sangkuryoung Brass Band berjumlah 28 personel. Namun karena kesibukan, akhirnya yang rutin latihan seminggu sekali dan aktif sejumlah 15 personel.

Nama Sangkuryoung diambil dari filosofi legenda Sangkuriang. Sebagai salah satu cerita rakyat asal Jawa Barat yang melegenda, mereka ingin grup musik ini juga sama melegendanya dengan Sangkuriang. “Biar Sunda banget, terus kan Sangkuriang itu legenda di tanah Pasundan. Kita berharap bisa ikut melegenda sama seperti Sangkuriang. Terus dipelesetkan dengan young, artinya muda,” katanya.

Dengan rentang usia 19 sampai 30 tahun, Sangkuryoung Brass Band diawaki personel dengan berbagai latar belakang. Di antara mereka ada yang masih kuliah, sudah bekerja, dan sudah berkeluarga. Begitu pula dengan kemampuan bermusik, karena ada yang autodidak dan sekolah musik.

Aryadi menjelaskan Sangkuryoung Brass Band terbentuk atas dua perkumpulan, yaitu Brass Taman Musik Bandung (BTMB) dan Dotodo Musik Edutainment. Sejak memutuskan membentuk Sangkuryoung akhirnya mereka rutin berkumpul seminggu sekali.

Lebih lanjut, komposisi Sangkuryoung Brass Band terdiri atas satu sousaphone, satu baritone saksofon, dua tenor saksofon, dua alto saksofon, empat trombon, tiga terompet, satu bas trombon, dan satu drum. Mereka sengaja memasukan instrumen drum untuk menjaga ritme dan tempo permainan alat musik tiup.

Personel Sangkuryoung lainnya, Wendi Finza Aji Gunawan (27) mengatakan salah satu misi mereka adalah memperkenalkan alat musik tiup ke masyarakat luas. Katanya, belum banyak yang tau ragam alat musik tiup, selain terompet.

“Orang-orang taunya terompet aja padahal jenis alat musik tiup itu ada banyak sekali. Contohnya, alat musik tanjidor yang menjepit Atun pada adegan dalam sinetron Si Doel Anak Sekolah. Alat itu namanya sousaphone, ukurannya besar dan itu sulit memainkannya,” jelas Wendi.

Wendi mengungkapkan kesulitan mereka diawal membentuk adalah mencari alat musik tiup yang rupanya jarang dimiliki per seorangan. Kebanyakan beberapa jenis alat musik tiup hanya dimiliki instansi kepolisian dan kemiliteran. Salah satunya adalah sousaphone yang diakui Wendi hanya dia yang punya secara pribadi.

“Lewat Sangkuryoung, kami juga ingin menunjukkan kalau alat musik tiup bisa jadi frontman di grup musik. Biasanya kan instrumen tiup cuma pelengkap,” sambungnya. Di setiap penampilan, Sangkuryoung Brass Band selalu memaminkan lagu-lagu populer di racikan ala mereka. Hal ini sebagai upaya agar penonton bisa terhibur dan menikmati performa Sangkuryoung. Jangan sampai, kata Wendi, penonton tidak mengerti dengan musik yang dibawakan.

Menandai perjalanan dua tahun, Sangkuryoung Brass Band meluncurkan single pertamanya. Dalam judul Magnum A.J, lagu instrumentalia ini menjadi karya sendiri Sangkuryoung. Setelah merilis single, mereka juga ingin tur dengan tampil bersama sejumlah grup marching band, dan main dari kafe ke kafe. Ini merupakan upaya Sangkuryoung supaya lebih dikenal masyarakat luas.

“Kami ingin bisa merilis beberapa single karya sendiri. Mudah-mudahan bisa juga bikin album,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, Sangkuryoung Brass Band akan tampil bersama Yura Yunita di Java Jazz Festival, Sabtu, 29 Februari 2020. Ini menjadi kesempatan kedua mereka dalam kolaborasi dengan musisi wanita hit Indonesia tersebut. Sebelumnya mereka pernah tampil mengiringi Yura dipamggung Synchronize Festival 2019.

“Sebetulnya Brass Band di Indonesia cukup banyak, tapi yang penampilannya lebih ke menghibur seperti kami, mungkin jarang. Makanya kami percaya diri musik Sangkuryoung bisa diterima berbagai kalangan, termasuk orang yang awam dengan alat musik tiup,” tandasnya.

(fid)