Sindangkerta Terancam Pergerakan Tanah

oleh -
kbb
Sebuah Rumah rusak berat di akibatkan bencana longsor di Kp. Cibeura RT 04 RW 12 Desa Sukamana, Rabu (27/02/2019). (Foto : Arip Rahman /Job RADARBANDUNG)

RADARBANDUNG.id, SINDANGKERTA – Hujan deras pada Rabu (27/2) mengakibatkan dua rumah rusak berat dan lima rumah terancam longsor Kampung Cilame RT 02/04, Desa Puncaksar, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Selain bahaya longsor, kejadian tersebut juga membuat kecamatan Sindangkerta terancam pergerakan tanah.

Menurut seorang warga Aan Ansori (23) yang rumahnya terdampak longsor menjelaskan, saat longsor terjadi, Aan mengaku tengah bersama keluarganya sehingga dapat menghindar. Longsor yang terjadi menimpa rumahnya sekitar pukul 19.00 WIB, setelah hujan deras yang turun sejak pukul 16.00 WIB.

“Pas hujan deras, kami semua sudah waspada. Tanah di atas itu langsung ambruk, sewaktu orang-orang di rumah sedang memindahkan barang-barang. Waktu itu di rumah ada 12 orang, alhamdulillah semua selamat,” kata Aan saat ditemui di lokasi, Kamis (28/02/2019)

Aan mengakui dia tinggal bersama empat orang keluarganya dan sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan karena pergerakan tanah yang terjadi sejak Sabtu (23/02/2019).

Selain itu menurut bapak Aan Ios (59) menambahkan, secara bertahap tanah yang sudah retak di belakang rumahnya mengalami reruntuhan.

“Sebelumnya juga sudah ada longsoran tanah, jadi ini longsor yang ketiga. Longsor sebelumnya itu sedikit demi sedikit, karena ada tanah yang retak. Dua kamar di rumah saya juga sudah hancur,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, pihaknya telah menerima informasi sejak Sabtu (23/2) lalu hingga hari ini bahwa terdapat bencana pergeseran tanah, hingga angin puting beliung dengan total kejadian sebanyak 12 titik lokasi.

“Dalam peristiwa tersebut kami tidak menemukan adanya korban jiwa dalam bencana pergeseran ini dan hanya menimbulkan kerusakan rumah serta fasilitas umum,” ujarnya.

Bencana pergeseran tanahjuga terjadi di Kampung Cijere RT 02/05, Desa Puncaksari, Kecamatan Singdangkerta, dengan sebuah tembok penahan tebing (TPT) ambruk yang menyebabkan tiang telepon roboh menghalangi jalan.

Pergerakan terjadi di Kampung Cibeura RT 04/12, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga merusak satu rumah milik Wawan yang dihuni tiga orang dan melanda Kampung Cibukur RT 05/RW 15, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat mengancam 4 rumah yang dihuni 20 jiwa.

Kejadian serupa menyebabkan dapur rumah milik Supadi warga Kampung Babakan Slamet RT 02/RW 01, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, juga terbawa longsor. Sementara banjir bandang terjadi di Kampung/Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, merendam 20 rumah yang ditinggali 71 jiwa dengan ketinggian air dari hingga satu meter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD KBB, Dicky Maulana menambahkan, bencana longsor juga terjadi di beberapa kecamatan.

Terbaru, kata dia, pada 27 Februari sekitar pukul 20.00 terjadi longsor berlokasi di Kampung Cimonyet RT 05 RW 06 Desa Karanganyar Kecamatan Cililin.

Longsoran dengan ketinggian lima meter dan lebar 11 meter dari Tembok Penahan Tebing (TPT) yang sempat memutus akses jalan dua desa yakni Desa Karanganyar dan Desa Sukamulya.

“Tapi sekarang sudah bisa dibuka akses jalannya, setelah dibantu warga membersihkan sisa tanah longsor,” singkatnya.

(Ariep Rahman /Job/bie)