Bandung Barat “Caang”

oleh -
Anggota Karang Taruna KBB belajar membuat lampu.

RADARBANDUNG.id, PADALARANG  Setidaknya 60 anggota Karang Taruna Kabupaten Bandung Barat dari tiga kecamatan diberikan pelatihan membuat lampu bohlam hemat energi. Selain untuk memberikan keterampilan khusus, kegiatan tersebut juga untuk membantu pengadaan penerangan bagi masyarakat yang belum tersentuh aliran listrik.

Ketua Karang Taruna KBB, Ujang Rohman mengatakan, pelatihan yang diperuntukkan bagi kaum millenial tersebut sebagai upaya memberikan lampu yang murah dan efisien bagi masyarakat. Terlebih salah satu program Pemkab Bandung Barat saat ini adalah “Bandung “Barat Caang”.

“Kita mencoba berinisiatif membuat pembuatan lampu Limar yang merupakan produk asli Bandung Barat,” kata Ujro saat ditemui Radar Bandung, Selasa (25/2/2020).

Ia menjelaskan, lampu tersebut dinilai menjadi solusi bagi masyarakat Bandung Barat yang belum teraliri listrik. Pasalnya, produk lampu yang dibuat menggunakan tenaga matahari dan dapat beroperasi menggunakan tenaga accu.

“Satu Watt lampu limar, sama dengan terangnya 10 Watt lampu biasa yang dipakai masyarakat,” katanya.

Ujro menyebut, daya tahan lampu Limar bisa bertahan hingga sepuluh tahun, bahkan lampu tersebut bisa didaur ulang. Oleh karena itu, potensi ekonomi dari produksi lampu Limar cukup menjanjikan bagi peluang usaha generasi muda Bandung Barat.

“Dari biaya operasional pun lampu Limar cukup ekonomis, karena menggunakan tenaga matahari dan accu,”katanya.

Untuk kedepan, kata Ujro, lampu Limar bisa beroperasi juga untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut sudah menjadi rencana pihaknya dengan pencetus lampu Limar di kemudian hari.

“Nanti kita juga akan membuat lampu Limar yang berwatt besar,” katanya.

Ia berharap, Pemkab Bandung Barat bisa mendorong kreativitas anak muda tersebut agar menjadi motivasi tambahan dalam pelaksanaan program tersebut. Ujro menilai, jika potensi ini dapat dikelola dengan baik tidak menutup kemungkinan membuka potensi wirausahawan baru.

“Mudah-mudahan ini menjadi solusi bagi generasi muda dalam membuka peluang usaha,”pungkasnya.

(kro/b)