Warga Cimahi Kesulitan Bikin Sumur Baru

oleh -
cimahi
Seorang warga memanfaatkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.( Foto : DOK.RADARBANDUNG)

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Sumber air tanah di Kota Cimahi mengkhawatirkan. Saat ini, setiap daerah di tiga kecamatan itu tidak bisa lagi membuka titik air baru. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi mencatat, eksploitasi berlebihan yang dilakukan pihak industri cukup berpengaruh terhadap kuantitas serta kualitas air. Imbasnya, untuk mendapatkan titik air dengan kedalaman lebih dari 40 meter saja mengalami kesulitan.

“Cimahi ini sudah masuk ke zona merah sumber air dangkal dan sumber air dalam. Semua daerah di Cimahi itu zona merah, sudah tidak bisa lagi membuka titik air baru,” kata Kepala DPKP Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Selasa (12/03/2019).

Selama ini, kata dia, hampir setiap industri di Cimahi memiliki sumur air lebih dari satu, yang digunakan untuk proses produksi perusahaan.

“Solusinya mereka harus mulai melakukan daur ulang air limbah yang dihasilkan. Jangan langsung dibuang tapi harus bisa diolah lagi. Jangan terus menyedot air tanah,” ujarnya.

Kendati masuk dalam zona merah untuk air dalam, namun untuk sumur dangkal dengan kedalaman kurang dari 40 meter masih bisa dieksplorasi.

“Sumur dangkal itu masih bisa dimanfaatkan tentunya untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi kalau mau membuka titik baru harus ada izin dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Untuk sumber air di kawasan utara Kota Cimahi masih dalam kualitas bagus, sedangkan untuk di wilayah selatan Kota Cimahi sudah rusak parah.

“Khusus untuk wilayah selatan itu sudah rusak parah karena pencemaran, dan pelakunya ya jelas industri. Terutama di kawasan industri seperti Utama, Cibodas, Leuwigajah, jelek kualitasnya,” bebernya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi seharusnya bergerak cepat melakukan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menampung air hujan sebelum mengalir ke sungai.

Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, dari total luas wilayah 40,25 km persegi, hanya 4,6 km persegi saja yang berupa Ruang Terbuka Hijau.

Artinya, Kota Cimahi hanya memiliki 11,15 persen RTH. Persentase RTH tersebut dibagi lagi menjadi 20 persen RTH untuk publik dan 10 persen RTH untuk pribadi. Untuk itu, pemerintah masih punya utang menambah luas RTH.

“Di Bappeda itu data ruang terbuka hijau di Kota Cimahi hanya seluas 4,6 km persegi atau 11,15 persennya saja. Belum sesuai dengan ketentuan,” ungkap Kepala Bappeda Kota Cimahi, Huzein Rachmadi.

(dan)