Polsek Cimahi Soroti Aksi Pecah Kaca

oleh -
cimahi
Pelaku tindak pecah kaca ( FOTO : DOK.RADARBANDUNG)

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Hingga bulan Maret 2019, Polsek Cimahi sudah menerima dua laporan warga yang menjadi korban pencurian kendaraan, khususnya roda dua.

Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bahan keterangan di sekitar lokasi kejadian sekaligus keterangan dari saksi mata.

“Sudah dua laporan pencurian kendaraan yang masuk dan sedang kita lakukan penyelidikan. Kebanyakan terjadi di wilayah Cipageran,” ungkap Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto, saat ditemui di Mapolsek Cimahi, Jalan Encep Kartawirya, Kamis (14/03/2019).

Selain pencurian kendaraan roda dua, pihaknya juga banyak menerima keluhan soal maraknya kasus pecah kaca kendaraan roda empat yang terparkir di pinggir jalan.

Namun menurut Indarto, laporan korban pecah kaca tidak masuk ke Polsek Cimahi, melainkan langsung melapor ke Polres Cimahi.

“Laporannya langsung ke Polres karena kita sampai saat ini belum menerima laporan pecah kaca. Dari yang kita tahu, kejadiannya itu ada di Jalan Ciawitali, tapi kita tidak tahu kelanjutannya seperti apa,” terangnya.

Beberapa daerah di wilayah hukum Polsek Cimahi yang perlu mendapatkan perhatian khusus diantaranya daerah Cipageran yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, serta Pasir Kaliki yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

“Rawannya itu karena ada akses langsung yang bisa memudahkan para pelaku tindak kriminal untuk melarikan diri. Makanya kami selalu berkomunikasi dengan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Cakupan wilayah pengamanan Mapolsek Cimahi sendiri sangat luas, yakni membawahi 10 kelurahan di 2 kecamatan di Kota Cimahi, dengan jumlah RW lebih dari 200 RW.

Polsek Cimahi sendiri memiliki 71 personel untuk mengamankan semua wilayah tersebut. Dia mencontohkan tim serse Polsek Cimahi hanya terdiri dari dua orang, yang idealnya terdiri dari empat sampai lima orang.

Pihaknya berharap Pemerintah Kota Cimahi bisa mendukung peran pihak kepolisian dengan menyediakan CCTV di sejumlah titik rawan.

“Tentu bisa sangat membantu, bukan karena kita kekurangan personel, tapi demi mengefektifkan pengamanan. Kalau ada kejadian, akan lebih mudah ditelusuri,” tandasnya.

(dan)