Infrastruktur di Kota Cimahi Belum Seimbang

oleh -
cimahi
RUSAK : Kendaraan roda dua melintasi jalan rusak di wilayah Kampung Lebak Saat Girang, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Kamis (18/7/2019) ( Foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Meski Kota Cimahi telah berhasil meraih sejumlah prestasi, serta terus bergeraknya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan masyarakat, sejauh ini di lapangan masih ada daerah yang perlu perhatian. Baik, pelayanan maupun infrastruktur.

Dari pantauan di lapangan, warga di wilayah Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, mengeluhkan kondisi jalan yang masih berbatu.

Nenin (29), warga Kampung Lebak Saat Girang, kelurahan Cipageran, mengaku sudah lebih dari 10 tahun, jalan yang ada di wilayah tempat tinggalnya belum tersentuh aspal sama sekali.

Ruas jalan yang mengalami kerusakan sekitar 100 meter dengan kondisi berlubang, dan berbatu dengan ukuran yang lumayan besar sehingga menyulitkan pengendara.

Awalnya jalan itu hanya berupa jalan setapak yang dipinggirnya merupakan lahan perkebunan serta jurang. Kemudian mulai ada pelebaran sekitar tahun 2005.

“Dulunya itu masih tanah merah, jalannya juga sangat kecil. Baru di tahun 2005 jalannya dilebarkan sama pemerintah tapi masih tetap tanah. Di tahun 2008 baru ditambal dengan bebatuan,” ujar Neni saat ditemui, Kamis (18/7/2019).

Lebih dari 10 tahun, kondisi jalan itu belum mendapatkan lagi sentuhan perbaikan. Padahal jalan itu merupakan akses utama menuju Kota Cimahi, atau ke Kabupaten Bandung Barat melalui Desa Jambu Dipa.

“Kalau hujan lebih berbahaya lagi, karena licin. Memang ada sedikit yang sudah ditambal semen, tapi sudah rusak lagi. Sisanya masih asli batu sejak dulu,” bebernya.

Encud (56), warga lainnya mengatakan, jalan yang masih berbatu itu sangat berbahaya bagi pengendara terutama yang membawa rumput untuk pakan ternak.

“Kalau mobil mungkin masih aman, tapi itu jiga sering selip. Kalau motor jelas bahaya, apalagi yang suka bawa hasil tani atau bawa rumput untuk sapi,” ucapnya.

Lurah Cipageran, Agus Irwan mengatakan, jalan di Kampung Lebak Saat Girang itu sudah masuk dalam usulan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan dan kota.

“Usulan sudah dimasukkan lewat Musrenbang, tapi belum ada realisasi perbaikan. Mungkin belum masuk skala prioritas,” ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengatakan, jalan itu statusnya masuk jalan lingkungan. Kemungkinan tahun ini belum masuk rencana untuk pengaspalan.

“Kalau perubahan sepertinya tidak akan terkejar. Paling siap dianggarkan tahun depan. Statusnya jalan lingkungan,” ungkapnya.

(dan)