Job Fair “AKUR 2019″ Minim Keamanan

oleh -
job
LOWONGAN KERJA : Suasana di pintu masuk Gedung HBS, Cimareme Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/92019). (fptp: NAUFAL SYIDQI/JOB 1)

RADARBANDUNG.id,  ANTUSIASME para pencari kerja pada Job Fair “AKUR 2019” yang berlangsung di Gedung HBS, Cimareme 10 -11 September 2019, rupanya menjadi kenangan pahit yang mungkin sulit dilupakan. Bagaimana tidak, disaat masyarakat berharap mendapat pekerjaan, bukannya untung namun malah rugi.

Seperti yang dialami warga Cimahi Risma Rengganis (18). Apa hendak dikata, pekerjaan belum tentu didapat, sebuah telepon genggam raib ditangan copet.

Dia mengaku, ketika dirinya sedang melakukan registrasi melalui handphonenya itu, di tengah kerumunan tiba-tiba saat dirampas oleh orang yang tak dikenalnya.

“Saya lagi daftar via online pake HP ditengah-tengah orang ngumpul tiba-tiba ada yang ngambil HP saya,” ujar Risma.

Sontak suasana disekitar lokasi pun berubah. Kepanikan para pekerja lainnya pun turut merubah suasana menjadi tak keruan. Semua orang yang hadir dalam kegiatan itu mencari pelaku yang mengambil telepon genggam milik risma.

Uniknya, ditempat yang sama, tak hanya risma yang kehilangan gawainya. Tapi ada Sembilan orang lainnya yang melapor ke panitia, lantaran handphone yang dibawanya sebagai modal informasi hilang serentak.

“Semuanya sama saya jadi ada sepuluh hp yang hilang,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pencopetan missal tersebut berlangsung ketika para peciker melakukan antrian pendaftaran. Mayoritas para korban kehilangan gawai yang dibawanya.

Meski sudah melapor ke pihak panitia, namun panitia seolah kebingungan dan hanya mampu mengimbau tanpa ada solusi maupun tindakan untuk menindak lanjuti laporan tersebut.

Panitia Penyelenggara Job Fair Akur 2019, Dede mengaku,‎ dari segi keamanan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek setempat dan Polres Cimahi.

“Dengan adanya kejadian ini, diharapkan bagi para pencaker tetap harus waspada kendati sudah ada aparat keamanan,” kata Dede.

Dede menghimbau, untuk para pengunjung, khususnya pencaker agar tetap waspada dalam kondisi apapun, dengan banyaknya pengunjung yang mencapai ribuan ini, pihaknya tidak bisa memantau sepenuhnya.

” Bagi para pencaker, kami himbau untuk senantiasa waspada terutama dalam menyimpan barang berharga, agar kejadian ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

(gat)