Kegiatan Sosial Wujudkan Kepedulian Lingkungan

oleh -
lingkungan
FOTO BERSAMA : Kepala Sespimma, Brigjen Pol Syafril Nursal (kiri) foto bersama usai meresmikan rumah milik Otong, di Kampung Gadog, RT 1/4, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (16/9). ( Foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG )

RADARBANDUNG.id, LEMBANG – Perwira Sespimma Polri angkatan 62 melakukan bakti sosial bedah rumah. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan serta penilaian terhadap kelayakan rumah tinggal, yang tak jauh dari lingkungan Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri, dipilihlah rumah pasangan suami istri Otong (40) dan Tetti (43).

Kasispimma Polri, Brigjen Pol Syafril Nursal mengatakan, dipilihnya rumah milik Otong dan Teti sudah didiskusikan dengan para perwira, perangkat desa setempat dan Babinkamtibmas.

“Karena sebelumnya rumah tersebut tidak layak huni, kita berikan bantuan berupa perbaikan rumah, agar bisa ditempati dengan nyaman,” kata Syafril.

Menurut Syafril, dari hasil penilaian itu, ternyata rumah milik Otong dan Teti ini terbilang tidak layak untuk ditempati, oleh sebab itu pihaknya tidak hanya melakukan bedah rumah saja, namun di bangun baru.

“Ini bukti bahwa para perwira menunjukan kecerdasan sosialnya karena peka terhadap lingkungannya,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, bakti sosial bedah rumah ini merupakan rangkaian proses ngajar mengajar Sespimma, dan menjalankan program Neuro Associative Conditioning (NAC). Program ini intinya untuk membangun kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Syafril menambahkan, para perwira itu harus menunjukan bahwa, mereka pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Sehingga, saat mereka nanti menjabat sebagai, Kapolsek, Kasat, Kabag hingga menjadi  Wakapolres atau jabatan yang setara ditingkat itu, mereka akan terus memperhatikan lingkungan, minimal di area tempatnya bekerja.

“Setelah mereka memiliki jabatan yang diproyeksikan itu, nantinya akan bersentuhan dengan masyarakat dan diharapkan bisa menjadi perwira hebat dilapangan,” tandasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan bedah rumah tersebut, Otong Rosaeni dan  Teti Sulastri, semringah. Bagaimana tidak, ia dan suaminya tidak menyangka rumahnya bakal diperbaiki.

Sebelumnya, rumah semi permanen milik pasutri itu merupakan rumah yang tidak layak huni dengan kondisi bangunan yang hamper akan roboh dan berada diatas tebing. Beruntung mereka mendapat bantuan dari Sespima Polri dalam rangka bakti sosial.

“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa dibantu oleh Sespimma Polri. Dulu kondisinya tidak laik huni, tapi sekarang sudah laik sekali,” ujar Otong.

Sebelum diperbaiki, kata Otong, rumahnya memang benar-benar akan roboh dan atapnya sudah banyak yang bocor. Otong yang berprofesi sebagai kuli bangunan memang tidak mampu untuk melakukan perbaikan.

“Proses perbaikan dilakukan selama seminggu, alhamdulilah semua bahan bangunannya diganti, jadi rumah kami seperti baru lagi,” ungkapnya.

Atas perbaikan rumah tersebut, kini pasutri itu bisa tinggal di rumah yang nyaman karena bangunannya sudah jauh lebih baik, rapih dan tampak kokoh dengan cat berwarna putih.

(gat)