Tebing Penahan BPJS TK Timpa Bangunan Warga di Cimahi

oleh -
Tebing penahan tembok roboh, di Kelurahan Padasuka Kota Cimahi.

RADARBANDUNG.com, CIMAHI – Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi menyebabkan tebing di Kampung Kebon Manggu, RT 04/20, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, longsor menerjang masjid dan satu rumah warga setempat, Selasa (28/1/2020) sore.

Berdasarkan pantauan, masjid yang berada tepat di bawah tebing tersebut bagian dindingnya ambrol akibat diterjang tembok penahan tanah (TPT). Untuk sementara, masjid itu tidak bisa digunakan untuk beribadah.

Diketahui tebing tersebut berada tepat di belakang kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi dan di bawahnya terdapat pemukiman warga dan saluran air.

“Iya yang longsor itu tebing di belakang lahan parkiran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi,” ujar petugas Tagana Kota Cimahi, Hermawan, saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, kejadian tersebut tepat setelah turun hujan deras pada pukul 15.30 WIB, kemudian tebing tersebut langsung longsor dan sempat membuat warga panik.

Menurutnya, tebing yang berada dibelakang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi itu memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan panjang sekitar 25 meter.

Hermawan menjelaskan, longsor tersebut terjadi diduga akibat tanahnya labil ditambah hujan deras yang menyeybabakn TPT ambrol sehingga sangat rentan terjadi longsor.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, meskipun saat kejadian ada dua orang di atas parkiran BPJS itu,” ucapnya.

Sedangkan, rumah warga yang diketahui milik Didi (70) itu terendam banjir karena saluran air yang juga berada tepat di bawah tebing tertutup material longsor berupa tanah dan tembok.

“Dampaknya masjid ambrol dan satu rumah warga terendam banjir,” ujar Hermawan.

Akibat tebing tersebut longsor, benteng pembatas parkiran kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimahi ambrol dan materialnya berserakan di belakang permukiman warga setempat.

Ia mengatakan, diatas tebing yang longsor itu terdapat bangunan semi permanen yang sedang dibangun juga turut ambruk, namun tidak sampai menimpa masjid dan rumah warga.

“Untuk sekarang tidak memungkinkan untuk dievakuasi, paling besok karena harus menggunakan alat berat,” katanya.

Sisa banguan semi permanen seperti seng dan kayu masih berada di bawah tebing itu sedangkan petugas berjibaku membersihkan material longsor di saluran air.

Sementara pemilik rumah yang diterjang banjir berjibaku membersihkan rumahnya karena air di saluran yang tertutup material longsor masih merendam rumahnya.

(bie)