TKA Tiongkok Harus di Isolasi Mengantisipasi Virus Corona

oleh -
Pekerja Tiongkok yang berada di wilayah Kota Cimahi.

RADARBANDUNG.com, CIMAHI – Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok perlu di isolasi. Rencana tersebut akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi, guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Menurut Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, pihaknya menginginkan pemeriksaan terhadap TKA asal Tiongkok yang baru datang.

“Kenapa? Karena kita perlu memastikan bahwa yang bersangkutan tidak membawa virus corona,” kata Chanifah.

Rini menjelaskan, minimalnya selama dua minggu TKA yang baru datang tidak diperkenankan untuk berinteraksi. Sebab, 14 hari itu merupakan tenggang waktu masa inkubasi virus ke tubuh.

Artinya, terang Rini, kalau virus itu masuk ke tubuh manusia, maka butuh waktu satu hari sampai paling lama 14 hari untuk keluar gejalanya.

“Apabila yang bersangkutan setelah 14 hari setelah terkena virus tidak ada gejala penyakit, maka orang tersebut dinyatakan tidak menderita penyakit corona,” jelasnya.

Menurutnya beberapa waktu lalu, Dinkes Kota Cimahi sudah melayangkan surat kewaspadaan dini kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA khususnya asal Tiongkok.

“Walau sudah kirim surat kita akan tekankan kembali. Kita akan berkunjung ke pabriknya tidak hanya KCIC, tapi perusahan lain,” ujarnya.

Selain itu Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) pada Disnaker Kota Cimahi, Isnendi menambahkan, dalam rapat pekan lalu itu disampaikan informasi terkait kewaspadaan terhadap Coronavirus.

“Jadi para HRD dikasih cara-cara penanganan untuk bisa dihindari terkait penyebaran Coronavirus di Cimahi. Khususnya perusahaan yang ada TK asal China,” ungkapnya.

Berdasarkan data Disnaker Kota Cimahi, TKA asal China di Kota Cimahi mencapai 92 orang. Sebanyak 60 orang bekerja di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), sementara 22 orang tersebar di perusahaan lainnya.

Dalam rapat itu, disampaikan juga kepada perusahaan untuk melarang TKA melakukan mobilisasi ke negara asalnya selama enam bulan, dan tidak mendatangkan TKA dari Tiongkok untuk sementara waktu.

“Jadi TKA yang sudah ada jangan dulu bepergian selama enam bulan,” tegas Isnendi.

Kalaupun ada TKA asal China yang datang, terang Isnendi, selama dua minggu dilarang untuk berinteraksi. Sebab, selama dua minggu itu merupakan masa inkubasi virus ke tubuh manusia.

“Virus akan mati selama dua minggu. TKA jangan dulu berinterkasi. Disarankan seperti itu dan disarankan menggunakan masker,” sebutnya.

Rencananya, lanjut Isnendi, imbauan yang mengemuka dalam rapat itu akan dituangkan dalam surat, yang kemudian diedarkan kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA Tiongkok.

“Kalau kita sesuai hasil rapat, pertama kita bikin surat edaran. Nanti ada tindak lanjut dari perusahaan untuk melaporkan kondisi TKA. Kondisinya sehat atau sakit, mereka harus lapor,” tandasnya.

(bie/b)