Tren Coronavirus Dongkrak Harga Bawang

oleh -
MENJUAL: Seorang pedagang meresahkan naiknya harga Bawang Putih dan merah sejak Coronavirus menyebar. (IST)
MENJUAL: Seorang pedagang meresahkan naiknya harga Bawang Putih dan merah sejak Coronavirus menyebar. (IST)

CIMAHI– Naiknya harga jual dan minimnya ketersediaan bawang di pasaran Kota Cimahi diduga lantaran dihentikannya impor kedua barang tersebut dari negara China dan Thailand sejak merebaknya Coronavirus (2019-nCoV) dari China belum lama ini.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi, Wiwi (60) menuturkan, sejak menyebarnya Coronavirus tersebut harga bawang putih, merah dan bawang bombay di pasaran naik drastis.

“Naiknya udah hampir seminggu ini. Kemarin dengan kabar katanya impor dari China dihentikan, takut virus corona. Kalau bawang ini kan memang enggak ada yang lokalnya,” ungkap Wiwi.

Wiwi menyebutkan, saat ini harga bawang putih menyentuh Rp 60 ribu per kilogram dari harga jual normal Rp 28 ribu perkilogram. Sedangkan harga bawang bombay saat ini mencapai Rp 35 ribu per kilogram dari harga normal Rp 18 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga jual bawang putih khususnya, kemungkinan bakal terus terjadi selama pasokan bawang yang diimpor belum stabil.

“Kemungkinan masih bisa naik lagi, di Jakarta saja sudah hampir Rp 70 ribu per kilogram. Tapi kalau kondisinya memang untuk keamanan, ya harus didukung juga, daripada berbahaya,” bebernya.

Setiap hari, Wiwi hanya membeli bawang dari Pasar Caringin rata-rata 5 kilogram sampai 10 kilogram. Stok tersebut merupakan barang lama yang masih tersisa.

“Jadi yang dibeli di Pasar Caringin terus saya jual itu bukan hasil penimbunan, tapi stok lama yang masih sisa. Kalau impor masih distop, ya bisa habis nanti stok di pasar induk juga,” jelasnya.

Dilain pihak Mutiara (37) seorang konsumen asal Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Utara mengungkapkan,bahwa  harga bawang bombay dan bawang putih saat ini sangat merugikan bagi pengusaha makanan sepertinya.

“Rata-rata pemakaian bawang putih sehari bisa 2 kg lebih. Kemarin dan hari ini beli dengan harga berbeda, ya kita sebagai konsumen pasti kaget kalau tiap hari bisa naik (harganya),” ujarnya.

Kenaikan harga yang dialami bawang putih berbeda dampaknya dengan kenaikan harga cabai. “Lebih berat kalau yang naik harga bumbu terutama bawang. Tidak semua masakan pakai cabe, tapi mayoritas semua masakan pakai bawang jadi kalau mahal ya berat,” tuturnya.

Dia berharap pemerintah bisa mengatasi hal ini agar masyarakat bisa membeli bawang putih dengan harga yang terjangkau. “Harapannya sih segera ada solusi dari pemerintah,” tandasnya. (bie/b)