Program BPNT Efektif Tingkatkan IPM

oleh -
bpnt
ILUSTRASI : Masyarakat penerima program PKH. (foto : IST)

RADARBANDUNG.id, NGAMPRAH – Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sangat efektif guna meningkatkan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia mengatakan, PKH dan BPNT dapat memberi kontribusi positif pada IPM karena semua unsur ada di dalamnya mulai pendidikan, ekonomi, hingga life expectancy.

“Kami saat ini telah memberikan penguatan-penguatan pada program bantuan sosial pada PKH dan BPNT sejak 2014 sampai 2019, baik jumlah penerima manfaat maupun jumlah anggarannya selalu naik. Bukti bahwa pemerintah begitu memberikan perhatian kepada program ini,” katanya di Cikalongwetan, Minggu (14/4/2019).

Tahun ini, Agus menyebutkan, pemerintah memiliki target kenaikan IPM menjadi 71,98 persen. Pada 2014 angka IPM terus meningkat dari 68,90 persen menjadi 69,55 persen di 2015. Pada 2016, dari 70,18 persen, 2017 besaran IPM mencapai 70,81 persen.

“Kenaikan ini sejalan peningkatan bantuan PKH dan BPNT pada KPM. Pak Presiden Jokowi selalu beri penguatan pada bantuan sosial. Tahun ini saja kami naikkan anggaran PKH menjadi Rp 34 triliun,” ujarnya.

Kenaikan anggaran ini, Agus mengatakan berdampak pada kenaikan pula pada bansos, seperti bantuan pada ibu hamil dan balita, sehingga peluang hidup bagi bayi yang baru lahir alami peningkatan karena adanya intervensi program PKH sejak anak masih dalam kandungan.

“Khusus untuk di KBB, bantuan sosial hingga April 2019 mencapai Rp 179.931.280.000, terdiri atas bantuan PKHsebesar Rp 144.623.600.000 bagi 73.931 KPM, dan BPNT sebesar Rp 34.307.680.000 untuk 77.972 KPM,” katanya.

Adapaun besaran bantuan kepada ibu hamil adalah Rp 2,4 juta, bantuan bagi balita Rp 2,4 juta, bantuan untuk anak SD sebesar Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, anak SMA Rp 2 juta. Sementara untuk keluarga yang mempunyai lansia akan mendapatkan tambahan bantuan Rp 2,4 juta dan untuk yang punya anak disabilitas ditambah Rp 2,4 juta lagi. Untuk PKHreguler besarnya Rp 550 ribu per tahun dan PKH akses Rp 1 juta per tahun.

“Ukuran keberhasilan sebuah negara salah satunya selain GDP (produk domestik bruto), adalah IPM. Kami percaya PKH dan BPNT berkontribusi positif kepada IPM, dan terbukti berdasarkan survei BPS bahwa program itu sudah berhasil menekan angka kemiskinan,” ujar dia.

(bie)