Genangan Waduk Saguling Kembali Memakan Korban

oleh -
saguling
(foto: ILUSTRASI : JAWA POS)

RADARBANDUNG.id, CILILIN – Seorang bocah diduga tewas tenggelam di genangan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Senin (15/4/2019). Diketahui, bocah berusia 6 tahun itu bernama Rafka Hendrawan. Ia tinggal bersama orang tuanya Kampung Cipatra RT 03/06, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin.

Awalnya, Rafka pergi mandi di area waduk, namun, ia tak kunjung pulang setelah berada di genangan waduk sekitar satu jam. Lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

“Betul, kami menerima informasi ada warga yang tewas tenggelam di Waduk Saguling. Petugas kami sudah ke lokasi untuk mengecek dan memberikan pertolongan,” kata Camat Cililin, Endang Hadiat saat ditemui di Cililin.

Menurutnya, hasil koordinasi dengan perangkat desa setempat diketahui korban pergi ke genangan Waduk Saguling sekitar pukul 06.00 WIB untuk mandi. Namun, hingga sejam kemudian korban tidak juga pulang ke rumah, sehingga membuat orang tuanya panik. Ayah korban yang bernama Hendra (35) melaporkan anaknya yang tak kembali ke rumah setelah mandi di sekitar genangan waduk.

Menurut keterangan saksi yang sedang mancing di dekat lokasi kejadian, diperkirakan korban tenggelam sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian warga yang mendapatkan kabar tersebut, langsung melakukan proses pencarian di sekitar lokasi.

Setelah menyusuri beberapa titik yang diduga menjadi tempat korban tenggelam, sekitar pukul 10.00 WIB korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia.

“Kemungkinan korban terpeleset saat mandi dan terjatuh hingga tenggelam, setelah dilakukan pencarian baru ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Endang mengatakan, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Kejadian ini diharapkan jadi pembelajaran agar warga waspada tidak mandi di genangan waduk. Terlebih, bulan ini sudah ada dua kejadian penemuan mayat di genangan Waduk Saguling.

“Sebelumnya, seorang pencari kayu bakar bernama Yayat (63) ditemukan tewas di genangan Waduk Saguling di Desa Karangtanjung, Cililin, pada 20 Maret lalu. Semoga saja ini menjadi perhatian agar warga waspada menjaga keselamatannya,” pungkasnya.

(bie)