Korban Kebakaran Minta Bantuan Pemkab

oleh -
kebakaran
PUING : Warga melihat puing-puing bekas rumah yang terbakar di Jalan Nasional Bandung-Cianjur, Kampung Tagogmunding RT05 RW08 Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (17/9/2019). ( IST )

RADARBANDUNG.id, CIPATAT – Bencana kebakaran yang menimpa sentra oleh-oleh Peyeum Bandung di Jalan Nasional Bandung-Cianjur, Kampung Tagogmunding RT05 RW08 Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (16/9/2019) malam, menyisakan duka bagi para pemilik kios. Pasalnya, selain barang dagangan mereka yang tak bersisa, uang yang akan disetorkan ke bank untuk membayar pinjaman ikut terbakar.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (17/9/2019), para pemilik kios dan warga sekitar tampak berkerumun di reruntuhan bangunan sisa kebakaran. Mereka mencari barang dagangan maupun isi rumah yang mungkin masih bisa terpakai.

Kebakaran yang diduga disebabkan oleh korsleting instalasi listrik itu melalap sekitar sembilan kios dan rumah yang menjual oleh-oleh seperti peuyeum, manisan, patung, dan cobek.

Menurut seorang pedagang yang menjadi korban dalam kebakaran, Siti Aisyah (44). Dia mengaku selain kehilangan barang dagangan, uang miliknya yang disimpan di dalam kios ikut terbakar.

“Ada uang saya Rp10 juta yang tadinya mau disetorkan ke bank dan buat belanja hari ini, ikut terbakar. Makanya saya bingung harus bagaimana,” tuturnya saat ditemui di lokasi kiosnya yang terbakar, Selasa (17/9).

Dia mengakui, setiap bulan selalu setor ke bank sebesar Rp4 juta. Setoran itu dilakukannya untuk membayar pinjaman modal saat memulai usaha dagangnya sekitar sepuluh tahun lalu. Waktu itu dirinya meminjam ke bank Rp100 juta dan uangnya dipakai modal usaha plus sewa tempat Rp 20 juta/tahun. Secara keseluruhan, akibat kebakaran ini dirinya mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.

“Barang-barang jualan saya habis nggak ada yang tersisa. Makanya ini mau istirahat dulu aja, karena harus mulai dari nol,” ucapnya sambil berharap ada bantuan dari Pemda KBB.

Hal serupa diungkapkan Ade Jalaludin (58) salah seorang pedagang manisan dan berbagai macam kerajinan. Dia mengaku mengalami kerugian kurang lebih Rp300 juta, karena dagangannya beserta kursi, lemari dan bangunan kios dua tingkat, rusak karena terbakar.

Pria yang sudah berjualan sepuluh tahun ini berharap ada bantuan dari pihak terkait agar usahanya kembali berjalan. “Kalau sekarang sementara vakum dulu. Sambil nyari-nyari lagi buat modal,” katanya.

Seperti diketahui, si jago merah yang diduga berasal dari korsleting listrik membakar sekitar sembilan kios dagangan berupa oleh-oleh seperti peuyeum, manisan, patung, dan sebagainya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pemilik kios dan warga sekitar nampak mengerumuni area kebakaran yang hanya menyisakan arang dan beberapa pernak-pernik yang terbakar. Total kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp1 miliar.

(bie)