Kemarau, Pembenihan Ikan Semakin Menurun

oleh -
kemarau
KEKERINGAN : Kondisi salah satu kolam penangkaran ikan di Instalasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembenihan Ikan, Jalan Raya Pacet, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (19/9/2019). Foto : ( NENG AZIZAH NURFADHILLAH / FOTO JOB 5 )

RADARBANDUNG.id, CIPARAY – Musim kemarau yang berjalan lebih panjang, memberi dampak di beberapa sektor industry. Salah satunya penurunan produksi perikanan di Instalasi Unit Pelaksaan Teknis (UPT) Pembenihan Ikan, Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (19/9/2019). Hal ini diakibatkan berkurangnya pasokan air kolam penangkaran ikan dari Sungai Citarum, sehingga pembudidayaan ikan ikut menurun.

Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Bandung, Wawan Setiawan mengatakan, pembudidayaan ikan membutuhkan stok air yang melimpah dan mengalir dengan baik. Jika aliran air baik, maka kadar oksigen akan lebih optimal.

Wawan menambahkan, aliran Sungai Citarum yang biasa digunakan untuk pengairan kolam terpotong di hulu oleh pabrik-pabrik yang mempunyai penampungan air besar. “Akibat sulitnya air, kita tidak bisa melakukan pembudidayaan ikan dengan baik. Bahkan, kami mengalami penurunan produksi hingga 80 persen,” ungkapnya.

Kordinator Penyuluh Perikanan Kecamatan Ciparay, Icung Tarjowiyono, menyebutkan, ikan yang mengalami penurunan produksi di antaranya ikan mas dan nila. Jenis ikan ini lebih rentan terhadap air, sehingga sirkulasinya harus baik.

“Ikan mas dan nila memang perlu air yang baik, berbeda dengan ikan lele yang lebih bisa bertahan di air yang kolamnya beralaskan terpal,” ujarnya.

Menurut Icung, meskipun lele mampu bertahan di air yang kurang baik, namun pada musim kemarau ini lele tengah memasuki siklus tahunan sehingga tidak bisa melakukan pembenihan. Siklus tahunan menyebabkan lele tidak memproduksi telur dengan baik.

“Penjualan benih pun mengalami penurunan, mengingat air yang sulit akan menjadi kendala besar untuk pembudidayaan ikan,” pungkasnya.

(Muhammad Adli Wafi/job)