11 Tahun Tunggu Revitalisasi Pasar

oleh -
Pasar Tagog Padalarang
INFRASTRUKTUR : Kondisi Pasar Tagog Padalarang Kabupaten Padalarang, Jumat (14/2). Area akses jalan di pasar tersebut kerap tergenan air hujan. Sehingga pasar tradisional itu nampak kumuh. (SATRIA WIDI/JOB FOTO 1)

PADALARANG – Revitalisasi Pasar Tradisional Tagog Padalarang segera dilaksanakan. Rencananya Pemkab Bandung Barat akan mengumunkan pemenang lelang tender pembangunan, pada bulan Maret 2020 mendatang.

Masyarakat pedagang Pasar Tagog Padalarang menyambut baik rencana tersebut. Pasalnya, realisasi pembangunan pasar Tagog Padalarang sudah ditunggu pedagang sejak lama.

Ketua Forum Pedagang Bersatu Pasar Tagog Padalarang, Lucky Kurniawan Hidayat mengatakan, para pedagang sudah menunggu realisasi revitalisasi pasar tersebut sejak 11 tahun lalu. Oleh karena itu, para pedagang sangat menunggu realisasi rencana tersebut hingga saat ini.

“Kita menunggu perubahan (revitalisasi pasar) sejak dulu, karena pasar Tagog Padalarang merupakan etalase Bandung Barat,” kata Lucky saat ditemui Radar Bandung, Jumat (14/2).

Sejauh ini, di Kabupaten Bandung Barat tinggal Pasar Tagog Padalarang saja yang belum direvitalisasi menjadi pasar tradisional dengan konsep moderen. Oleh karena itu, pihaknya mendorong Pemkab Bandung Barat berkomitmen mewujudkan Pasar Padalarang dengan penampilan baru dan nyaman.

“Pedagang pasar yang di dalam dan di luar sebanyak 1.350 orang. Semuanya mendukung dari dulu pembangunan Pasar Tagog Padalarang yang baru,” ucapnya.

Secara tehnis, kata Lucky, semua pihak yang berperan dalam pembangunan Pasar Tagog Padalarang mempunyai komitmen dan semangat yang sama untuk menata Pasar Tagog Padalarang menjadi lebih baik.

“Di sini kan nantinya ada Trisula yaitu Pemkab Bandung Barat, Investor dan para pedagang. Mari kita wujudkan revitalisasi Pasar Tagog Padalarang dengan hati,” tuturnya.

Ia berharap, pihak terkait dapat menjamin para pedagang lama masih bisa berdagang dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah harga kios yang terjangkau. Selain itu, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di tempat yang refresentatif.

“Setelah dibangun nantinya harus menjadi pasar yang mampu bersaing di tengah pembangunan super market dan yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag KBB, Riki Riyadi mengatakan, untuk menuju ibukota Kabupaten Bandung Barat melintasi Tagog Padalarang. Oleh karena itu, dengan direalisasikannya revitalisasi Pasar Tagog Padalarang diharapkan mampu membawa suasana baru.

“Mudah-mudahan sudah direvitalisasi kemacetan di kawasan Tagog terurai, nilai estetika kotanya pun akan bertambah,” katanya.

Riki menambahkan, salah satu indikator berhasilnya pembangunan suatu daerah adalah terlihatnya pembangunan fisik (Pasar Tagog Padalarang.

“Dengan terealisasi nya revitalisasi Pasar Tagog Padalarang menjadi salah satu bentuk sumbangsih pada pembangunan di Kabupaten Bandung Barat,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kata Riki, proses revitalisasi pasar sudah mencapai tahap lelang. Ia menyebut, dalam waktu dekat pemenang lelang akan segera diumumkan.

“Setidaknya bulan Maret 2020 sudah ada keputusannya,” pungkasnya. (kro/c).