Luas Kolam Retensi Andir Belum Ideal

oleh -
Kolam Retensi Andir
Anggota DPR RI melakukan peninjauan lokasi proyek kolam retensi di Kabupaten Bandung. (Fikriya Zulfah/Radar Bandung)

DAYEUHKOLOT – Bupati Bandung, Dadang Naser meminta Kolam Retensi Andir dibangun di lahan dengan luas 25 hektar. Hal tersebut dilakukan agar upaya penanggulangan banjir di wilayah Kabupaten Bandung lebih maksimal.

Kolam Retensi Andir akan mulai dikerjakan di tahun 2020 dengan memakan lahan seluas 4,5 hektar. Jumlah itu hanya bisa menanggulangi dampak banjir di wilayah itu saja.

“Pembangunan Kolam Retensi Andir ini, merupakan salah satu upaya untuk menanggulangi banjir, tetapi dengan catatan luasnya 25 hektar,” ujar Dadang di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jumat (21/2).

Jumlah wilayah di Kabupaten Bandung yang terdampak banjir yaitu seluas 80 hektar, dimana sebelumnya yang mencapai 400 hektar. Sedangkan untuk korban banjirnya mencapai 77.000 ribu jiwa.

Berdasarkan fakta tersebut, pihaknya akan terus berupaya mengurangi banjir tersebut. Yaitu dengan pengendalian yang komprehensif dan simultan dari hulu ke hilir. Dengan demikian tidak hanya dilakukan pembangunan Kolam Retensi Andir tetapi diatasnya juga harus dilakukan pembangunan juga, seperti DAM serta mengaktifkan kembali situ-situ yang mati.

“Dengan begitu, tidak hanya menanggulangi banjir, tetapi juga bisa menjadi tempat penyimpanan air saat musim kemarau,” jelas Dadang.

Sementara itu, BMKG Bandung memprediksi hujan ekstrim masih akan terjadi selama bulan Februari. BMKG pun meminta agar masyarakat Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan.

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya menuturkan bahwa prediksi hujan akan terjadi hingga April. Sementara itu, peralihan musim akan terjadi di bulan Mei. Menurutnya, bulan Februari diprediksi menjadi musim puncak hujan. Oleh karena itu, sambung Tony, di bulan Februari masih akan terjadi potensi hujan yang cukup ekstrim.

“Februari ini puncaknya hujan. Hujan masih akan terjadi sampai April nanti,” tutur Tony saat diwawancara di Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (20/2).

Menurutnya, hujan di tahun 2020 ini sempat beberapa kali terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi. Bahkan, ujar dia, hujan ekstrim dengan intensitas lebih dari 100 mm terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Intensitas hujan yang cukup tinggi ini tidak akan terus terjadi selama musim hujan. Penurunan intensitas hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Maret.

“Maka dari itu kami imbau masyarakat tetap waspada dengan sejumlah ancaman bencana akibat musim hujan ini. Seperti banjir hingga longsor,” pungkas Tony.

(fik/b)